Wall Street Melemah Sedikit, Tekanan dari Saham Sektor AI

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 29x dilihat
Wall Street Melemah Sedikit, Tekanan dari Saham Sektor AI


Pergerakan pasar saham di Amerika Serikat pada perdagangan Senin (15/12) menunjukkan penurunan yang tipis. Indeks bursa Wall Street mengalami pelemahan, terutama pada saham-saham unggulan di sektor AI.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,16% menjadi 6.816,51 setelah sempat berada di zona positif pada awal sesi. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,59% ke posisi 23.057,41. Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 41,49 poin atau 0,09% menjadi 48.416,56.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pelemahan pada Nasdaq terjadi karena tekanan terhadap saham-saham teknologi besar, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan AI. Contohnya, saham Broadcom dan Oracle masing-masing turun lebih dari 5% dan lebih dari 2%. Selain itu, Microsoft juga mengalami penurunan.

Di tengah situasi ini, investor mulai beralih ke sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, seperti barang konsumsi non-esensial dan industri. Selain itu, saham-saham di sektor kesehatan menjadi incaran para pelaku pasar.

David Wagner, Kepala Ekuitas Aptus Capital Advisors, menyatakan bahwa saat ini banyak orang merasa tidak nyaman dengan perdagangan di sektor AI. Menurutnya, prinsip leverage operasional perusahaan-perusahaan besar masih sering diremehkan oleh pasar.

Wagner menilai bahwa selama pertumbuhan pendapatan tetap terjaga, perusahaan-perusahaan tersebut akan terus memperluas margin mereka dan memiliki potensi untuk menjadi penerima manfaat dari imbal hasil yang kuat tahun depan.

Pergerakan pasar ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi menutup pekan lalu dengan pelemahan. Di sisi lain, Dow Jones yang berisi 30 saham dengan eksposur lebih rendah terhadap teknologi dan AI justru mencatatkan kenaikan signifikan.

Secara mingguan, saham Oracle anjlok 12,7% dan Broadcom turun lebih dari 7%. Sektor teknologi di indeks S&P 500 melemah sebesar 2,3% sepanjang pekan lalu.

Dalam jangka pendek, Wagner tidak terlalu khawatir terhadap kinerja pasar secara keseluruhan. Ia menilai koreksi harga merupakan hal yang sehat dan normal. Meski sebagian reli Santa Claus diperkirakan telah terjadi, Wagner masih melihat peluang kenaikan lanjutan.

β€œAgar arah pasar berubah, fundamentalnya harus berubah. Saya rasa itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Pelaku pasar kini sedang memantau rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pergerakan indeks pekan ini. Data nonfarm payrolls (NFP) November dijadwalkan dirilis pada Selasa, bersamaan dengan data penjualan ritel Oktober. Kedua laporan tersebut sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS pada musim gugur.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan bahwa data NFP November akan menunjukkan penambahan 50.000 tenaga kerja, turun signifikan dibandingkan kenaikan 119.000 pada September. Selain itu, data indeks harga konsumen (CPI) November dijadwalkan dirilis pada Kamis pekan ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan