Wall Street melemah, teknologi tekan indeks menjelang tahun baru

admin.aiotrade 29 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Wall Street melemah, teknologi tekan indeks menjelang tahun baru


Di tengah perjalanan tahun 2025 yang penuh dinamika, bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali pekan terakhir tahun ini dengan penurunan pada perdagangan Senin (29/12/2025). Indeks utama Wall Street mengalami koreksi setelah sebelumnya mengalami reli yang kuat. Penurunan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kinerja sektor teknologi, yang sebelumnya menjadi penggerak utama indeks S&P 500.

Sektor Teknologi Menjadi Faktor Utama

Sektor teknologi informasi menjadi salah satu penyebab utama penurunan. Banyak saham terkait teknologi dan kecerdasan buatan (AI) turun dalam sesi perdagangan tersebut. Contohnya, saham Nvidia melemah sebesar 1,2% dan Palantir Technologies turun 2,4%. Meskipun demikian, beberapa analis percaya bahwa penurunan ini bisa menjadi peluang beli.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hank Smith, Direktur dan Kepala Strategi Investasi Haverford Trust, menilai bahwa valuasi perusahaan teknologi besar, kecuali Tesla, masih menarik. Ia melihat pertumbuhan kuat, daya saing tinggi, dan kondisi keuangan yang solid sebagai faktor pendukung.

Pergerakan Indeks Utama

Pada penutupan perdagangan, S&P 500 turun sebesar 24,20 poin atau 0,35% menjadi 6.905,74. Nasdaq Composite merosot 118,75 poin atau 0,50% menjadi 23.474,35. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 249,04 poin atau 0,51% menjadi 48.461,93.

Tesla menjadi salah satu penekan indeks setelah turun 3,3% setelah mencapai rekor tertinggi pekan lalu. Hal ini juga berdampak pada sektor consumer discretionary yang melemah. Di sisi lain, sektor energi naik mendekati 1% karena kenaikan harga minyak sebesar 2%.

Pergerakan Sektor Lain

Sektor material juga mengalami penurunan akibat anjloknya harga logam mulia. Harga perak turun tajam setelah sempat menembus US$80 per ons, sedangkan harga emas terkoreksi setelah dua kali mencetak rekor. Sementara itu, saham perbankan ikut tertekan setelah menguat signifikan sepanjang tahun ini. Citigroup turun 1,9%, meski sepanjang tahun telah melonjak hampir 68% berkat kemajuan penyelesaian masalah regulasi.

Tren Pasar yang Masih Positif

Meski ada penurunan, ketiga indeks utama Wall Street masih berada di jalur penguatan bulanan yang solid. Dow Jones dan S&P 500 bahkan berpotensi mencatat delapan bulan beruntun di zona hijau. Bull market sejak Oktober 2022 tetap terjaga meski ada kekhawatiran terkait valuasi teknologi dan volatilitas pasar.

Optimisme investor didukung oleh prospek suku bunga acuan yang berpotensi turun, perkembangan positif sektor AI, serta ketahanan ekonomi AS. Ketiga indeks juga diproyeksikan mencetak kenaikan tahunan untuk ketiga kalinya secara beruntun. Mayoritas analis memprediksi tren positif akan berlanjut pada 2026.

Peter Oppenheimer, Kepala Strategi Saham Global Goldman Sachs, menulis dalam catatan riset bahwa tanpa adanya resesi, kecil kemungkinan pasar saham menghadapi koreksi besar atau memasuki bear market.

Pemantauan Data dan Rilis Berita

Pekan ini, investor akan mencermati risalah pertemuan Federal Reserve dan data klaim pengangguran mingguan. Sejauh ini, S&P 500 telah menguat sekitar 17% sepanjang tahun, didukung euforia investasi AI yang menjaga kinerja Wall Street tetap unggul dibanding pasar saham Eropa.

Salah satu saham yang melonjak adalah DigitalBridge, yang naik 9,6% setelah SoftBank Group mengumumkan rencana akuisisi perusahaan infrastruktur digital tersebut senilai US$4 miliar.

Volume Perdagangan dan Rasio Saham

Di Bursa New York, jumlah saham yang turun melampaui saham yang naik dengan rasio 1,63 banding 1. Sementara di Nasdaq, saham yang turun unggul dengan rasio 2,38 banding 1. Volume perdagangan mencapai 13,08 miliar lembar, lebih rendah dari rata-rata 16,2 miliar di 20 hari terakhir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan