Wall Street merosot menjelang rapat suku bunga Fed

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Wall Street merosot menjelang rapat suku bunga Fed

Pergerakan Pasar Saham Wall Street pada Senin (8/12)

Pada perdagangan hari Senin (8/12), indeks saham Wall Street Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan. Pelaku pasar sedang menantikan hasil dari pertemuan terakhir The Federal Reserve yang akan diumumkan pekan ini. Indeks utama turun sebesar 0,35% ke posisi 6.846,51, sementara Nasdaq Composite melemah sebesar 0,14% menjadi 23.545,90. Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi sebesar 215,67 poin atau 0,45%, dan berakhir di 47.739,32.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meski mengalami penurunan secara keseluruhan, saham-saham di sektor teknologi masih menjadi perhatian utama. Salah satu contohnya adalah saham Broadcom yang menguat hampir 3% setelah laporan menyebutkan bahwa Microsoft tengah membahas desain chip khusus dengan perusahaan tersebut. Selain itu, Confluent melonjak sekitar 29% setelah IBM mengumumkan rencana akuisisi senilai US$ 11 miliar yang direncanakan rampung pada pertengahan 2026. Sementara itu, saham Oracle naik lebih dari 1% karena meningkatnya optimisme investor menjelang rilis kinerja kuartalan pada Rabu.

Tekanan Pasar Akibat Kenaikan Yield Obligasi Treasury

Tekanan terhadap pasar semakin meningkat akibat kenaikan berkelanjutan imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun. Yield acuan tersebut terus naik sepanjang Desember, meskipun ada peluang besar pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pekan ini. Investor tetap mencemaskan prospek inflasi pada awal tahun depan dan ruang bank sentral untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran suku bunga.

Namun, optimisme pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Setelah dua kali memangkas suku bunga sebesar 0,25% pada September dan Oktober, probabilitas The Fed kembali menurunkan suku bunga mencapai sekitar 89%. Berdasarkan proyeksi kontrak futures suku bunga federal, angka ini naik signifikan dari 67% dari bulan lalu.

Peningkatan Optimisme Investor

Pergerakan bursa telah menunjukkan kenaikan dua pekan berturut-turut. S&P 500 dan Nasdaq menutup perdagangan Jumat dengan reli empat hari beruntun, sementara Dow mencatat tiga sesi positif dalam empat hari terakhir. Pasar mendapat tambahan tenaga setelah tertundanya rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti September yang menunjukkan hasil di bawah ekspektasi. Hal ini menjadi salah satu indikator ekonomi terakhir sebelum The Fed menggelar pertemuan kebijakan.

Pandangan Kepala Investasi Integrated Partners

Kepala investasi Integrated Partners, Stephen Kolano, menilai pergerakan pasar dalam satu hingga dua pekan terakhir menunjukkan pelaku pasar semakin yakin terhadap peluang besar pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ia menyatakan, jika The Fed tidak memotong suku bunga, pasar akan turun 2% hingga 3%.

Selain potensi pemangkasan suku bunga, Kolano juga memperkirakan Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan menegaskan arah kebijakan selanjutnya bergantung pada data, terutama setelah laporan ADP November menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja. Masa jabatan Powell yang berakhir pada Mei 2026 dinilai membuat sikapnya lebih berhati-hati dalam menanggapi ekspektasi pasar terkait proyeksi suku bunga tahun depan.

Powell diperkirakan akan menekankan bahwa setelah beberapa kali pemangkasan, The Fed perlu mencermati perkembangan data sebelum mengambil langkah baru. Penundaan pemangkasan hingga jauh ke 2026 dikhawatirkan dapat menimbulkan tekanan tambahan terhadap pasar pada paruh pertama tahun depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan