Wall Street Naik, Didorong Saham Apple dan Harapan Akhirnya Shutdown AS

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Wall Street Naik, Didorong Saham Apple dan Harapan Akhirnya Shutdown AS

Pergerakan Bursa Saham Amerika Serikat

Pada perdagangan yang berakhir Senin (20/10/2025) sore waktu setempat atau Selasa (21/10/2025) waktu Indonesia, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mengalami kenaikan. Kenaikan ini didorong oleh kinerja saham Apple dan harapan investor terhadap berakhirnya penutupan pemerintahan (shutdown) di AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, sentimen positif juga datang dari laporan pendapatan perusahaan besar dan data inflasi yang diperkirakan akan dirilis beberapa hari ke depan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 515,97 poin, atau 1,12 persen, ke level 46.706,58. Sementara itu, indeks S&P 500 juga naik 1,07 persen dan ditutup pada level 6.735,13. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite naik 1,37 persen dan ditutup pada 22.990,54.

Performa Saham Apple dan Harapan Investor

Saham Apple mengalami kenaikan hingga lebih dari 4 persen seiring dengan peningkatan rekomendasi dari Loop Capital dari posisi tahan menjadi beli. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan iPhone yang menunjukkan ekspansi pengiriman berkelanjutan hingga 2027.

Di samping itu, shutdown pemerintahan AS yang telah memasuki hari ke-20 diharapkan akan segera berakhir pada pekan ini. Meskipun pasar saham baru saja melewati pekan perdagangan yang volatil, akhirnya ditutup menguat meskipun ketegangan antara AS dan China meningkat.

Aksi Jual dan Kekhawatiran Ekonomi

Aksi jual dipicu oleh kerugian pinjaman bank regional dan penurunan beberapa perusahaan kecerdasan buatan yang sedang naik daun. Namun, awal yang kuat di musim laporan keuangan kuartal ketiga tampaknya mengangkat sentimen, di samping antisipasi investor terhadap pemangkasan suku bunga seperempat poin persentase lagi pada pertemuan Federal Reserve akhir Oktober.

Setelah minggu pertama musim pelaporan, 76 persen dari 58 perusahaan S&P 500 yang telah mengunggah hasil sejauh ini telah melampaui ekspektasi pendapatan. Pada minggu ini, beberapa perusahaan besar diperkirakan akan melaporkan hasil kuartalan. Netflix, Coca-Cola, Tesla, dan Intel termasuk di antara nama-nama yang akan mengumumkan.

Investor berharap pendapatan akan terus menguat, yang mungkin dapat menutupi tantangan apa pun dalam lanskap ekonomi makro. Meski begitu, investor juga terus mengabaikan kekhawatiran akan risiko kredit yang telah menyebabkan kejatuhan yang lebih luas pada hari Kamis.

Pertemuan Presiden AS dan Tiongkok

Adapun, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu akhir bulan ini di Korea Selatan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent meyakini bahwa situasi akan mereda. Ia juga akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng minggu depan.

Komentar ini mengisyaratkan kepada para pelaku pasar modal bahwa ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan 100 persen atas impor China mulai 1 November kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan