
Pergerakan Bursa Saham AS pada Hari Rabu
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan hari Rabu dengan peningkatan signifikan. Kenaikan ini didorong oleh kinerja yang kuat dari saham-saham teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Meskipun ada kekhawatiran atas arah kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pasar tetap optimis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah, sementara Dow Jones berakhir hampir stagnan. Nasdaq menjadi indeks yang paling naik, karena dorongan dari saham-saham raksasa AI yang telah menjadi motor penggerak pasar sepanjang tahun ini.
Secara detail, Dow Jones Industrial Average turun sedikit 1,20 poin atau 0,00% ke 46.601,78. Sementara itu, S&P 500 naik 39,13 poin atau 0,58% ke 6.753,72, dan Nasdaq Composite melonjak 255,02 poin atau 1,12% ke 23.043,38.
Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi menjadi penggerak terbesar, sedangkan sektor energi mengalami penurunan terdalam. Saham chip menjadi bintang utama dalam perdagangan hari ini, sementara sektor energi, barang konsumsi pokok, dan emiten properti perumahan justru tertinggal.
Faktor Pendorong dan Tantangan Pasar
Data dari Mortgage Bankers Association menunjukkan bahwa permintaan kredit pemilikan rumah turun 4,7% pekan lalu, meskipun suku bunga sempat melandai. Hal ini memberikan tekanan pada sektor properti.
“Pasar saat ini masih didominasi euforia pertumbuhan agresif, terutama dari deretan kesepakatan bisnis terkait AI,” ujar Bill Merz, Kepala Riset Pasar Modal U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis. “Apa pun yang berkaitan dengan AI langsung menyita perhatian investor.”
Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik membuat investor memburu aset aman. Harga emas menembus level US$ 4.000 per ons, mendorong saham-saham tambang emas seperti Newmont dan Gold Fields ikut menguat.
Pasar saham AS juga masih dibayangi ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang memasuki hari kedelapan. Kondisi ini membuat pelaku pasar kekurangan data ekonomi resmi hingga musim laporan keuangan kuartal III dimulai pekan depan. Investor pun menanti risalah rapat terakhir The Fed (FOMC) untuk mencari petunjuk soal arah suku bunga.
Perbedaan Pandangan di Dalam The Fed
Risalah itu menunjukkan perbedaan pandangan di internal The Fed. Sejumlah pejabat mengkhawatirkan risiko di pasar tenaga kerja, sementara sebagian lain tetap waspada terhadap inflasi. Mayoritas menilai pelonggaran kebijakan moneter masih mungkin dilakukan tahun ini, meski waktu dan kecepatannya belum jelas.
“Isu utama saat ini adalah seberapa dalam pemangkasan suku bunga The Fed. Masalahnya makin rumit karena absennya data ekonomi resmi akibat penutupan pemerintahan,” kata Zachary Hill, Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Charlotte, North Carolina.
Pasar uang kini memperkirakan peluang 92,5% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat akhir Oktober mendatang.
Saham-Saham yang Menarik Perhatian
Beberapa saham yang mencuri perhatian antara lain Datadog yang melonjak 6,2% setelah Bernstein menaikkan target harganya. Dell terbang 9,1% berkat kenaikan target harga dari sejumlah broker besar. Freeport-McMoRan naik 5,3% usai Citigroup meningkatkan rekomendasi menjadi “buy”. AMD mencetak kenaikan 11,4% dan sudah melonjak lebih dari 43% dalam sepekan terakhir.
Sebaliknya, Joby Aviation anjlok 8,1% setelah menawarkan penjualan saham senilai US$ 514 juta dengan diskon harga. Fair Isaac Corp juga tertekan hampir 10% setelah Equifax mengumumkan rencana menawarkan skor kredit hipotek lebih murah.
Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 20,7 miliar lembar, lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir sebesar 19,63 miliar. Di NYSE, jumlah saham naik mengalahkan turun dengan rasio 1,74:1, sementara di Nasdaq rasio tercatat 1,81:1.