Wall Street Naik Setelah Fed Kurangi Suku Bunga Acuan

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Wall Street Naik Setelah Fed Kurangi Suku Bunga Acuan

Penguatan Indeks Bursa Wall Street

Indeks bursa di Wall Street, Amerika Serikat, mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu (10/12). Kenaikan ini terjadi setelah bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, kembali melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Pergerakan ini memberikan semangat baru bagi para pelaku pasar dan berdampak positif pada sejumlah indeks utama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Indeks Dow Jones Industrial Average, yang terdiri dari 30 saham unggulan, melonjak sebesar 497,46 poin atau 1,1% ke level 48.057,75. Sementara itu, indeks S&P 500 juga mengalami kenaikan sebesar 0,7% menjadi 6.886,68. Ini terjadi setelah indeks tersebut sempat menembus rekor penutupan sebelumnya di 6.890,89. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite menguat sebesar 0,3% menjadi 23.654,16.

The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% atau 25 basis poin (bps) dalam pertemuan 9–10 Desember. Pemangkasan ini merupakan yang ketiga secara beruntun, sehingga suku bunga The Fed kini berada di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Meskipun The Fed hanya memproyeksikan satu kali pemotongan suku bunga pada tahun 2026, para pelaku pasar justru memperkirakan dua kali pemotongan.

Data dari CME FedWatch menunjukkan bahwa kontrak berjangka suku bunga federal kini memperhitungkan peluang lebih dari 77% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga dua kali lagi pada tahun depan. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap pengurangan suku bunga lebih tinggi dibandingkan proyeksi resmi The Fed.

Pandangan Ekonom Senior Interactive Brokers

Ekonom senior Interactive Brokers, José Torres, menyatakan bahwa minimnya ruang pemotongan suku bunga dapat dianggap sebagai hal negatif oleh pelaku pasar. Namun, rencana The Fed untuk kembali memperluas neraca, meski secara bertahap, dinilai cukup untuk menutupi kekhawatiran tersebut.

Torres menilai langkah ini menjadi sinyal positif yang mampu mengimbangi ekspektasi pemangkasan yang lebih terbatas. Selain itu, proyeksi dot plot terbaru menunjukkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih solid serta ekspektasi tekanan inflasi yang cenderung stabil.

“Dan ekspektasi tenaga kerja yang netral, perkembangan yang juga mendukung reaksi bullish di pasar saham dan imbal hasil,” ujar Torres dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (11/12).

Perkembangan Pasar Saat Ini

Pada 29 Oktober, sehari setelah S&P 500 mencetak rekor sebelumnya, The Fed kembali memangkas suku bunga. Namun pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang belum memastikan pemangkasan lanjutan pada Desember justru menekan pergerakan saham.

Sentimen negatif itu berlanjut hampir sepanjang November sebelum sejumlah pejabat The Fed membuka peluang pemotongan pada Desember. Lalu kini indeks acuan berhasil kembali ke level rekornya.

“Keputusan suku bunga terakhir pada 2025 pada dasarnya membuka jalan bagi terjadinya Santa Claus rally. S&P 500 bahkan berpotensi menembus level 7.000 dalam beberapa pekan ke depan,” ujar José Torres.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan