Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Naik, Investor Abaikan Peringatan The Fed

admin.aiotrade 29 Sep 2025 2 menit 16x dilihat
Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Naik, Investor Abaikan Peringatan The Fed
Featured Image

Pergerakan Wall Street yang Beragam pada Awal Pekan

Pada perdagangan Senin (29/9/2025), indeks utama Wall Street menunjukkan pergerakan yang beragam. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami kenaikan, sementara indeks Dow Jones Industrial Average sedikit turun. Kondisi ini menandai awal pekan yang penuh ketidakpastian, di mana para investor mencoba mengabaikan pernyataan dari seorang pejabat Federal Reserve yang terkesan hawkish dan mempertimbangkan dampak dari potensi penutupan pemerintah.

Pada pukul 10:03 pagi ET, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 17,64 poin atau 0,04% menjadi 46.228,17. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 25,48 poin atau 0,38% ke level 6.669,18, dan Nasdaq Composite meningkat 178,39 poin atau 0,79% menjadi 22.662,67.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sektor teknologi dalam S&P 500 mengalami kenaikan sekitar 1%. Beberapa saham besar seperti Nvidia menguat 2,8%, sementara Micron Technology melonjak 4,9%. Saham Lam Research juga naik 2,6% setelah Deutsche Bank menaikkan peringkatnya dari "hold" menjadi "buy".

Pergerakan positif ini berlanjut dari hari Jumat, di mana data inflasi yang sesuai harapan tetap memicu harapan akan penurunan suku bunga. Meskipun demikian, secara keseluruhan, indeks utama mengalami penurunan sepanjang minggu.

Seorang pejabat Federal Reserve, Beth Hammack dari Cleveland, menyampaikan bahwa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif untuk mengendalikan inflasi. Namun, para pedagang tetap optimis dengan peluang sebesar 91,4% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya.

Fokus investor saat ini tertuju pada kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat mengenai pendanaan pemerintah. Kebuntuan ini meningkatkan risiko penutupan pemerintah yang akan dimulai pada Rabu (1/10/2025), yaitu hari pertama tahun fiskal 2026.

Mel Casey, manajer portofolio senior di FBB Capital Partners, mengatakan bahwa penutupan pemerintah bukanlah skenario kiamat. Ia justru melihatnya sebagai peluang bagi Partai Republik untuk mendorong pemotongan anggaran pemerintah. Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa penutupan pemerintah dapat mengganggu rilis data ekonomi utama, termasuk laporan penggajian non-pertanian.

Selama hari ini, investor akan memantau komentar dari pembuat kebijakan Fed lainnya untuk melihat apakah ada tanda-tanda kekhawatiran atas potensi hilangnya visibilitas ekonomi jika penutupan pemerintah benar-benar terjadi.

Beberapa saham perusahaan terkait ganja yang terdaftar di AS juga mengalami kenaikan signifikan. Canopy Growth dan Cronos Group masing-masing naik 16,3% dan 11,6%, sementara Tilray Brands melonjak 36,1%.

Di sisi lain, saham Electronic Arts naik 4,8% setelah sepakat untuk menjadi perusahaan tertutup dalam kesepakatan senilai $55 miliar. Western Digital mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan 9,2%, sementara Seagate Technology juga mencatat rekor baru dengan kenaikan 7,1%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan target harga dari beberapa perusahaan pialang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan