Wall Street Tergelincir, Teknologi dan Suku Bunga Tekan Pasar

admin.aiotrade 13 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Wall Street Tergelincir, Teknologi dan Suku Bunga Tekan Pasar

Bursa Wall Street Tertekan, Saham Teknologi Jadi Korban

Bursa saham Wall Street mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (13/11) waktu setempat. Kinerja negatif ini terjadi karena koreksi di sektor saham teknologi, serta meningkatnya ketidakpastian terhadap peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Indeks utama mengalami penurunan yang cukup dalam. Dow Jones Industrial Average turun sebesar 1,65% menjadi 47.457,22, sedangkan S&P 500 merosot 1,66% ke level 6.737,49. Nasdaq Composite juga mengalami penurunan tajam sebesar 2,29% hingga mencapai 22.870,36. Ketiga indeks ini mencatatkan kinerja harian terburuk sejak 10 Oktober.

Saham teknologi menjadi fokus tekanan jual, terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). Meskipun Nasdaq sempat menunjukkan kinerja kuat di awal minggu, indeks ini kini mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penurunan ini didorong oleh kejatuhan saham perusahaan besar seperti Nvidia, Broadcom, dan Alphabet.

Ron Albahary, Chief Investment Officer Laird Norton Wealth Management, menyatakan bahwa situasi ini merupakan proses konsolidasi yang alami. Menurutnya, narasi seputar AI masih tetap didukung oleh ekspektasi bahwa belanja modal besar di sektor ini akan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Sektor layanan kesehatan, manufaktur, dan industri mulai merasakan dampak dari investasi AI. Hal ini memperkuat pandangan bahwa penggunaan AI akan meningkatkan produktivitas secara luas.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember semakin menekan pergerakan ekuitas. Peluang The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin kini diperkirakan hanya sekitar 51%, turun dari 62,9% pada sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool.

Ketidakpastian pasar juga dipengaruhi oleh penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan. Akibatnya, beberapa data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan Oktober dan inflasi tidak dirilis.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut laporan-laporan tersebut mungkin tidak akan pernah dirilis. Penutupan ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat hingga 2 poin persentase. Namun, sebagian besar ekonom melihat dampaknya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai minimal.

Penutupan pemerintahan yang berlangsung lebih dari enam minggu resmi berakhir Rabu malam setelah Presiden Donald Trump mengesahkan RUU pendanaan pemerintah. Undang-undang ini akan mendanai operasional pemerintah hingga akhir Januari.

Carol Schleif, Chief Market Strategist BMO Private Wealth, mengatakan bahwa sebagian data yang hilang selama penutupan akan tetap tidak lengkap. Masih ada pertanyaan mengenai seperti apa gambaran inflasi dan ketenagakerjaan ketika laporan tersebut akhirnya dirilis.

Menurut Schleif, tidak menutup kemungkinan volatilitas pasar meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring pemerintah kembali beroperasi dan data ekonomi mulai dipublikasikan lagi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan