
Pergerakan Pasar Saham AS Mengalami Penurunan Tajam
Pada akhir perdagangan Kamis (13/11/2025), indeks utama Wall Street mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini terjadi karena saham perusahaan-perusahaan teknologi, khususnya Nvidia dan perusahaan AI lainnya, mengalami penurunan tajam. Investor mulai memperlihatkan ketidakpastian terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga, terutama setelah adanya kekhawatiran tentang inflasi dan perpecahan di kalangan para bankir sentral mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1,66% hingga mencapai level 6.737,49. Sementara itu, Nasdaq turun sebesar 2,29% menjadi 22.870,36, dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan sebesar 1,65% hingga berada pada level 47.457,22. Ketiga indeks tersebut mencatat penurunan persentase harian terbesar dalam lebih dari sebulan.
Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, sembilan di antaranya mengalami penurunan. Sektor konsumen diskresioner mengalami penurunan terbesar sebesar 2,73%, diikuti oleh sektor teknologi informasi yang turun 2,37%. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor sedang melakukan rotasi pasar, terutama di sektor teknologi.
Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 20,8 miliar saham, dengan rata-rata volume perdagangan selama 20 hari terakhir mencapai 20,3 miliar saham. Peningkatan volume perdagangan ini menunjukkan tingkat keaktifan yang tinggi di pasar saham.
Pemerintah AS kembali beroperasi setelah penutupan selama 43 hari yang telah menyebabkan kekhawatiran bagi investor dan mengganggu aliran data ekonomi. Kondisi ini memengaruhi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, semakin banyak pembuat kebijakan Federal Reserve yang menunjukkan keraguan terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut. Hal ini membuat peluang penurunan biaya pinjaman di bulan Desember menjadi hampir seimbang. Beberapa pejabat Fed menyebutkan kekhawatiran tentang inflasi dan tanda-tanda stabilitas relatif di pasar tenaga kerja setelah dua kali pemotongan suku bunga AS tahun ini.
Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, mengungkapkan bahwa pertanyaan mendasar adalah apakah inflasi bersifat sementara atau hanya terjadi sekali. "Beberapa gubernur Fed tidak ingin melakukan pemotongan karena mereka merasa ini adalah taruhan yang berisiko," katanya.
Saham perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memiliki kinerja terbaik di pasar saham AS mulai anjlok. Ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi yang dipicu oleh optimisme terhadap kecerdasan buatan. Contohnya, saham Nvidia turun sebesar 3,6%, saham Tesla turun 6,6%, dan saham Broadcom turun 4,3%.
Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York, menjelaskan bahwa ada banyak ketidakpastian tentang kondisi ekonomi saat ini. "Yang sedang kita alami adalah sedikit koreksi di pasar di sektor AI dan kita melihat rotasi pasar," ujarnya.