Wall Street turun bebas, investor lepas saham teknologi

admin.aiotrade 14 Des 2025 2 menit 16x dilihat
Wall Street turun bebas, investor lepas saham teknologi

Indeks Bursa Wall Street Turun pada Perdagangan Jumat

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (12/12). Investor melakukan penjualan terhadap saham-saham teknologi dan beralih ke sektor lain yang lebih stabil. Penurunan ini menunjukkan perubahan strategi investasi dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 398,69 poin atau 1,69% menjadi 23.195,17. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi sebesar 73,59 poin atau 1,07% menjadi 6.827,41. Dow Jones Industrial Average juga melorot sebesar 245,96 poin atau 0,51% ke level 48.458,05.

Penurunan Harga Saham Broadcom dan Oracle

Harga saham Broadcom mengalami penurunan signifikan sebesar 11,4% setelah produsen cip ini memberi peringatan bahwa margin keuntungan akan semakin tipis. Hal ini memicu kekhawatiran baru terkait profitabilitas investasi AI. Selain itu, harga saham Oracle juga turun 4,5%, melanjutkan penurunan hampir 11% sehari sebelumnya setelah perusahaan merilis proyeksi keuangan yang tidak begitu optimis.

Broadcom menjadi penekan terbesar indeks S&P 500, disusul oleh saham Nvidia yang turun 3,3%. Seluruh saham dalam Indeks Semikonduktor Philadelphia ikut melemah sebesar 5,1%, mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober.

Penurunan Saham Terkait Investasi AI

Saham-saham yang terkait dengan investasi AI juga mengalami penurunan. SanDisk menjadi salah satu saham yang paling terpuruk dengan penurunan sebesar 14,7%, menjadi penurun terbesar di S&P 500. Saham CoreWeave turun 10,1%, sedangkan Oklo merosot 15,1%.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberi tekanan pada pasar setelah beberapa pejabat bank sentral Federal Reserve menyampaikan kekhawatiran bahwa inflasi masih terlalu tinggi untuk mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Pandangan dari Kepala Ahli Strategi Pasar Ameriprise

Anthony Saglimbene, Kepala Ahli Strategi Pasar Ameriprise, mengatakan bahwa tidak mengherankan jika pasar mengalami penurunan pada Jumat (12/12), setelah beberapa minggu yang cukup solid. Ia menambahkan bahwa beberapa gangguan dalam tema AI saat ini membuat investor hari ini lebih melihat sektor-sektor yang lebih defensif.

Investor kini menantikan rilis data penting pasar tenaga kerja dan inflasi yang dijadwalkan pekan depan. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data penggajian non-pertanian, inflasi konsumen serta penjualan ritel. Data tersebut dinilai sangat krusial dalam membaca kondisi ekonomi, terutama setelah penutupan pemerintahan alias government shutdown pada Oktober yang menghambat rilis sejumlah data resmi.

Pergerakan Pasar dalam Sepekan Terakhir

Selama sepekan, S&P 500 turun 0,63% dan Nasdaq 1,62%. Sedangkan Dow Jones masih mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1,05%. Di Bursa New York (NYSE) Wall Street, jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 2,23:1. Di Nasdaq, rasio penurunan mencapai 2,34:1, dengan 3.315 saham turun dan 1.419 saham naik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan