Wall Street turun, euforia AI mereda setelah kinerja Nvidia tak memuaskan

Pergerakan Pasar Saham di Wall Street

Pada hari Kamis (26/2/2026), pasar saham Wall Street mengalami penurunan setelah reli saham teknologi terhenti. Kekhawatiran terhadap kinerja perusahaan-perusahaan teknologi, khususnya Nvidia, memicu penurunan yang signifikan. Antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) mulai mereda seiring laporan kinerja Nvidia yang dinilai tidak memberi dorongan baru bagi investor.

Indeks utama bursa mengalami pergerakan yang beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average naik sedikit sebesar 0,03%, sementara S&P 500 turun sebesar 0,54% dan Nasdaq Composite mengalami penurunan lebih dalam yaitu 1,18%. Tekanan terbesar datang dari saham-saham perusahaan semikonduktor, yang membuat indeks semikonduktor anjlok sebesar 3,2% dan berada di ambang akhir dari tren penguatan selama 10 pekan.

Pelemahan pada sektor teknologi tampaknya memengaruhi laju keseluruhan pasar. Meskipun demikian, rotasi investasi ke saham-saham siklikal membantu Dow Jones tetap berada di zona hijau. Secara bulanan, S&P 500 dan Nasdaq diperkirakan akan menutup Februari dengan penurunan, sementara Dow masih memiliki peluang untuk mencatatkan kenaikan.

Kinerja kuartal keempat Nvidia sebenarnya melampaui ekspektasi analis dan proyeksinya juga di atas perkiraan pasar. Namun, laju pertumbuhan pendapatan yang mulai melambat membuat perbandingan tahunan kian menantang. Akibatnya, saham Nvidia turun sebesar 5,5%.

Michael Green, kepala strategi di Simplify Asset Management, menyatakan bahwa ini terasa seperti efek samping dari Nvidia yang spesifik pada sektor AI. Menurutnya, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar berbasis AI membuat S&P 500 dan Nasdaq tertekan.

Pergerakan Sektor dan Saham Individual

Di tingkat sektoral, sektor teknologi dan layanan komunikasi mencatat penurunan terdalam. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi pemenang terbesar dengan kenaikan sebesar 1,3%, didorong oleh kenaikan saham bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo.

Saham perangkat lunak dan layanan justru menguat sebesar 1,4%, dipimpin oleh Salesforce yang naik sebesar 4%. Meskipun panduan pendapatannya lebih lemah dari perkiraan, saham ini tetap mampu bertahan. Di sisi lain, Trade Desk anjlok sebesar 4,8% setelah proyeksi pendapatan kuartal I meleset dari estimasi.

Pergerakan saham individual juga beragam. J.M. Smucker melonjak sebesar 8,8% berkat kinerja kuartal yang solid, sedangkan C3.ai terperosok sebesar 18,5% setelah memberi proyeksi penjualan yang lemah dan mengumumkan pemangkasan 26% tenaga kerja global.

Volume Perdagangan dan Kondisi Pasar

Di bursa, saham yang naik lebih banyak dibanding turun dengan rasio 1,41 banding 1 di NYSE, sedangkan di Nasdaq rasio tercatat 1,09 banding 1. Volume perdagangan mencapai 19,55 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir.

Secara keseluruhan, pasar menandai jeda pada euforia AI, dengan investor mulai bersikap lebih selektif terhadap saham teknologi berkapitalisasi besar. Penurunan yang terjadi menunjukkan bahwa para investor mulai mempertimbangkan kembali strategi investasi mereka dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan