Wall Street Turun, Inflasi dan Sikap The Fed Tekan Saham Teknologi

admin.aiotrade 13 Nov 2025 2 menit 10x dilihat
Wall Street Turun, Inflasi dan Sikap The Fed Tekan Saham Teknologi

Pergerakan Pasar Saham AS yang Menurun

Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Penurunan ini terjadi tepat sehari setelah pemerintah AS kembali beroperasi setelah 43 hari shutdown yang sempat mengganggu aliran data ekonomi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Alih-alih merayakan dibukanya kembali pemerintahan, pasar justru terpengaruh oleh sentimen baru, yaitu melemahnya ekspektasi pemangkasan bunga The Fed. Kekhawatiran bahwa inflasi belum cukup stabil serta sinyal perpecahan di internal bank sentral membuat investor memangkas harapan pemangkasan bunga lanjutan. Beberapa pejabat The Fed dalam beberapa hari terakhir menyebutkan stabilnya pasar tenaga kerja dan risiko inflasi, sehingga peluang penurunan suku bunga pada Desember kini hampir sama.

Tekanan semakin besar ketika saham-saham teknologi dan AI menjadi penggerak kejatuhan. Nvidia turun 3,6 persen, Tesla anjlok 6,6 persen, dan Broadcom melemah 4,3 persen—hal ini mencerminkan kegelisahan pasar terhadap valuasi tinggi sektor tersebut.

“Ada banyak ketidakpastian tentang kondisi ekonomi. Yang terjadi saat ini adalah koreksi kecil di sektor AI dan rotasi pasar,” ujar Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, dikutip Reuters, Jumat (14/11/2025).

Dampaknya terasa di seluruh pasar. Dow Jones anjlok 797,60 poin atau 1,65 persen ke 47.457,22. S&P 500 turun 1,66 persen menjadi 6.737,49, sementara Nasdaq merosot 2,29 persen ke 22.870,36, penurunan harian terdalam dalam lebih dari sebulan.

Sembilan dari 11 sektor S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh Consumer Discretionary yang turun 2,73 persen dan teknologi informasi yang melemah 2,37 persen.

Pergerakan ini juga memicu perpindahan arus modal: S&P 500 Value Index naik sekitar 1 persen sepanjang pekan, sedangkan S&P 500 Growth Index turun 0,6 persen, menandai pelepasan investor dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Dari sisi emiten, saham Walt Disney anjlok 7,8 persen setelah mengisyaratkan potensi perselisihan berkepanjangan dengan YouTube TV terkait distribusi saluran kabel. Sebaliknya, Cisco Systems menguat 4,6 persen berkat kenaikan proyeksi laba dan pendapatan setahun penuh yang didukung permintaan perangkat jaringan.

Pasar pun dipenuhi tekanan jual: jumlah saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 2,8 banding satu di S&P 500.

Bursa AS juga mencatat aktivitas perdagangan tinggi, dengan 20,8 miliar saham berpindah tangan, di atas rata-rata 20,3 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan