
Pergerakan Pasar Saham di Wall Street
Pada akhir perdagangan Senin (8/12/2025), indeks utama Wall Street mengalami penurunan karena investor sedang menantikan pembaruan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Berbagai indeks seperti Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite semua mengalami penurunan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 215,67 poin atau 0,45% menjadi 47.739,32. Sementara itu, S&P 500 turun 23,89 poin atau 0,35% ke level 6.846,51, dan Nasdaq Composite turun 32,22 poin atau 0,14% menjadi 23.545,90. Volume perdagangan saham mencapai 16,12 miliar saham, dengan rata-rata volume perdagangan selama 20 hari terakhir sebesar 17,52 miliar saham.
Harapan Penurunan Suku Bunga
Harapan akan penurunan suku bunga pada bulan Desember semakin kuat setelah data pekan lalu menunjukkan bahwa belanja konsumen meningkat secara moderat menjelang akhir kuartal ketiga. Namun, investor masih menunggu petunjuk tentang langkah kebijakan mendatang dari The Fed, yang diperkirakan akan menjadi yang paling terpecah dalam beberapa tahun terakhir.
Carol Schleif, kepala strategi pasar di BMO Private Wealth, menyatakan bahwa pasar akan sulit menemukan arah hingga setelah pertemuan The Fed. Ia juga menekankan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar harus diandalkan oleh pasar adalah kebijakan The Fed.
Prediksi Penurunan Suku Bunga
Para pedagang saat ini memperkirakan peluang sekitar 89% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, menurut FedWatch Tool CME. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi juga memberikan tekanan pada ekuitas. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik tak lama setelah gempa bumi dahsyat melanda lepas pantai Jepang sebelum perdagangan saham AS dibuka.
Pergerakan Sektor Saham
Di sektor saham, tawaran agresif Paramount Skydance sebesar US$ 108,4 miliar untuk membeli Warner Bros Discovery menarik perhatian investor. Tawaran tersebut membuat saham Warner Bros Discovery naik 4,4%, sementara saham Paramount melonjak 9%. Sementara itu, saham Netflix turun 3,4%.
Netflix menjadi salah satu penghambat utama Indeks Layanan Komunikasi S&P 500, yang ditutup turun 1,8% dan menjadi yang paling lambat dari 11 sektor industri utama acuan. Satu-satunya sektor yang naik adalah teknologi, yang naik 0,9% berkat dorongan dari saham Microsoft, Nvidia, dan Broadcom.
Fokus pada Valuasi Sektor Teknologi
Akhir pekan ini, fokus akan beralih ke valuasi sektor teknologi, dengan laporan pendapatan dari Broadcom dan Oracle yang akan dirilis. Investor khawatir tentang pengeluaran kecerdasan buatan yang didanai utang.
Dalam sebuah langkah yang dinilai positif bagi perusahaan-perusahaan terkait AI oleh Schleif dari BMO, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menandatangani perintah eksekutif minggu ini untuk menciptakan satu aturan nasional untuk kecerdasan buatan. Perusahaan-perusahaan teknologi telah berupaya untuk mengesampingkan berbagai undang-undang yang disahkan oleh negara bagian AS.