Walmart dan Starbucks Terima Pembayaran Kripto, Siapa yang Untung?

admin.aiotrade 28 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Walmart dan Starbucks Terima Pembayaran Kripto, Siapa yang Untung?

Masa Depan Sistem Keuangan dengan Pembayaran Kripto

Masa depan sistem keuangan semakin nyata, terutama di Amerika Serikat (AS). Semakin banyak peritel besar yang mulai menerima pembayaran menggunakan kripto, meski saat ini masih melalui mekanisme tidak langsung. Prosesnya biasanya melibatkan konversi aset kripto menjadi uang tunai terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai alat pembayaran.

Sebagai contoh, pelanggan Walmart yang ingin berbelanja dengan kripto harus menjual bitcoin atau ethereum mereka melalui aplikasi Walmart OnePay. Setelah saldo berubah menjadi dolar, pembayaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR di kasir atau saat belanja online. Hal serupa juga terjadi di Starbucks, yang telah memungkinkan penggunaan bitcoin dan ethereum sejak 2021 melalui aplikasi SPEDN.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, hingga kini belum ada peritel besar yang menerima kripto secara langsung tanpa proses konversi. Meskipun demikian, kemampuan untuk mengubah kripto menjadi alat bayar tetap memberi manfaat besar bagi banyak orang, baik untuk membeli kebutuhan pokok maupun sekadar menikmati minuman kopi.

Siapa yang Diuntungkan dari Pembayaran Kripto Tidak Langsung?

Co-CIO di Halbert Hargrove Brian Spinelli mengakui bahwa ia belum melihat sejumlah toko mempromosikan pembayaran kripto secara langsung. Namun, Walmart mulai mengintegrasikannya ke dalam aplikasi OnePay. Meski belum sepenuhnya langsung, kemampuan ini memberi fleksibilitas yang berpotensi mengubah lanskap keuangan digital bagi konsumen dan investor.

Spinelli menyoroti dampak besarnya bagi masyarakat unbanked — mereka yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional. Dengan hanya bermodalkan ponsel dan aset kripto, kelompok ini kini memiliki jalur untuk bertransaksi di peritel arus utama. Ini menjembatani kesenjangan antara pemilik kripto dan sistem ritel modern.

Perlukah Menjual Kripto untuk Belanja Harian atau Hadiah?

Meski terdengar praktis, menjual kripto untuk membayar kebutuhan sehari-hari bisa menjadi keputusan yang disesali jika harga bitcoin terus naik. CK Zheng, Co-Founder dan CIO ZX Squared Capital, mengatakan bahwa bitcoin seharusnya dipandang sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat.

Selain itu, ada implikasi pajak yang tidak boleh diabaikan. Di AS, aset kripto diperlakukan sebagai properti, bukan mata uang. Artinya, setiap transaksi jual beli harus dilaporkan sebagai capital gain atau capital loss. “Transaksi kecil sekalipun bisa menimbulkan banyak catatan pajak,” ujar Spinelli, seraya mengingatkan bahwa hal ini bisa menjadi rumit tanpa bantuan konsultan keuangan atau akuntan pajak.

Ada juga risiko lain: jika kamu menjual bitcoin untuk membeli barang lalu mengembalikannya, dana yang diterima kembali berupa uang tunai, bukan kripto — yang bisa berarti kerugian investasi jika harga kripto sudah berubah. Namun, jika pilihannya antara menggunakan kripto atau menumpuk utang di kartu kredit berbunga tinggi, Zheng menilai menghindari bunga kartu kredit adalah opsi yang lebih bijak.

Apakah Ini Kabar Baik bagi Investor?

Secara keseluruhan, semakin luasnya penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran berpotensi mendukung nilai jangka panjangnya. “Bitcoin saat ini berperilaku seperti gabungan saham teknologi dan aset lindung nilai seperti emas,” kata Zheng. “Seiring meningkatnya adopsi dan penggunaan sebagai mata uang, volatilitasnya kemungkinan akan menurun,” sambung dia.

Spinelli sepakat. Menurutnya, semakin banyak orang menggunakan dan menyimpan bitcoin, semakin stabil pula pergerakan harganya. “Bitcoin memang masih sangat fluktuatif, tetapi adopsi yang lebih luas adalah sinyal positif bagi masa depannya,” kata dia.

Adopsi kripto oleh ritel besar seperti Walmart dan Starbucks menandai langkah penting menuju penggunaan aset digital yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Meski masih melibatkan konversi ke uang tunai dan memiliki konsekuensi pajak yang perlu diperhatikan, tren ini menunjukkan kripto perlahan bergerak dari sekadar instrumen investasi menuju alat transaksi yang lebih praktis di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan