Wamen Thailand Mundur Usai Diduga Terlibat Penipuan Online

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Wamen Thailand Mundur Usai Diduga Terlibat Penipuan Online

Pengunduran Diri Menteri Keuangan Thailand

Wakil Menteri Keuangan Thailand, Vorapak Tanyawong, mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu, 22 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa ia tidak memiliki kaitan dengan jaringan penipuan online lintas negara, terutama yang berbasis di Kamboja. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan bahwa ia membutuhkan waktu untuk menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung dan khawatir akan mengganggu tugas utamanya di Kementerian Keuangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebelumnya memerintahkan Vorapak untuk menyerahkan penjelasan tertulis atas tuduhan soal keterkaitannya dengan jaringan penipuan berbasis di Kamboja.

Bantahan Atas Tuduhan

Dalam pidatonya di Kementerian Keuangan, Vorapak membantah tuduhan yang mengaitkannya dengan kelompok keuangan ilegal. Ia menyebut klaim tersebut sebagai fitnah dan informasi yang diputarbalikkan. Menurutnya, ia memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di sektor perbankan dan keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mencari kekuasaan politik dan hanya ingin melayani negara dengan keahlian yang dimilikinya.

Vorapak juga menepis klaim yang menghubungkannya dengan BIC Group dan BIC Bank di Kamboja. Ia menyatakan bahwa ia tidak pernah berurusan dengan kedua entitas tersebut. Ia menegaskan bahwa apa pun masalah hukum yang mereka hadapi tidak ada hubungannya dengannya. Ia mengakui pernah bertemu Ketua BIC Group, Yim Leak, yang merupakan rekan dekat mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Namun, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah menjadi penasihat atau eksekutif perusahaan tersebut. Ia baru mengetahui bahwa namanya dan fotonya dicantumkan sebagai penasihat di situs perusahaan.

Dugaan Aliran Dana

Menurut laporan dari Whale Hunting, Vorapak disebut pernah tercantum sebagai penasihat BIC Bank. Selain itu, istrinya diduga menerima pembayaran mata uang kripto senilai US$ 3 juta dari jaringan kriminal Cina-Kamboja. Jaringan ini merupakan bagian dari kelompok yang tengah diselidiki pemerintah Thailand dalam kasus penipuan siber lintas negara.

Laporan yang sama juga menyebut keterkaitan Vorapak dengan Ben Smith atau Benjamin Mauerberger, yang disebut berada di pusat jaringan keuangan ilegal di Kamboja dan Thailand. Vorapak menjelaskan bahwa hubungannya dengan Mauerberger hanya sebatas orang tua murid di sekolah yang sama, bukan hubungan bisnis.

Latar Belakang Karier

Vorapak baru menjabat sebagai wakil menteri selama satu bulan. Sebelumnya, ia berkarier di sektor perbankan, termasuk di Bank of America dan JP Morgan Chase di Thailand. Ia masuk politik tahun lalu sebagai penasihat Menteri Keuangan. Dengan pengalaman luas di bidang keuangan, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pemerintahan saat ini. Namun, situasi yang terjadi kini telah mengubah jalannya kariernya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan