Wamen Viva Yoga Dorong Transmigran Yogyakarta Kembangkan Torire dan Taramanu Tua Jadi Pusat Ekonomi

admin.aiotrade 15 Des 2025 4 menit 16x dilihat
Wamen Viva Yoga Dorong Transmigran Yogyakarta Kembangkan Torire dan Taramanu Tua Jadi Pusat Ekonomi

Kehidupan Nurvrianto yang Berubah Akibat Program Transmigrasi

Nurvrianto, seorang pemuda asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), awalnya menjalani hidup dengan berjualan kebab menggunakan gerobak. Namun, karena memiliki dua orang anak yang kini duduk di kelas 2 dan 6 SD, hasil usaha dari berjualan kebab tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ditambah lagi, dia harus membayar uang sewa gerobak yang digunakan dalam berdagang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari situ, Nurvrianto mulai berpikir bagaimana cara mengubah nasib keluarganya agar bisa lebih baik. Di benaknya muncul ide untuk merantau ke Jakarta atau bahkan pergi keluar negeri sebagai pekerja migran. Namun, akhirnya ia memilih untuk ikut program transmigrasi.

Ia mendaftar ke dinas transmigrasi setempat dan berhasil lolos seleksi bersama 14 kepala keluarga (KK) lainnya. Sebelum ditempatkan di daerah tujuan, mereka mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal seperti cara mengolah tanah, menanam komoditas unggulan, dan tata kelola usaha.

“Motivasi saya ikut transmigrasi ingin menjadi lebih baik. Dengan lahan yang diberikan oleh pemerintah, saya ingin menjadi petani kopi dan cokelat,” ujarnya langsung kepada Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi, di Kota Yogyakarta, Minggu (14/12/2025).

Nurvrianto mengaku sudah melihat lokasi penempatan dan membuatnya semakin mantap untuk mengikuti program transmigrasi. Ini karena tanah dan lokasinya cocok dengan bayangannya.

Perhatian Pemerintah terhadap Para Transmigran

Melihat kisah Nurvrianto, Wamentrans Viva mengaku telah memperhatikan para transmigran, termasuk 15 KK transmigran yang berasal dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta. Mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu datang ke kota pelajar untuk melepas keberangkatan 15 KK yang mengikuti program Transmigran Karya Nusa.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memberangkatan 15 KK yang terdiri dari 51 jiwa. Rinciannya adalah tiga KK dan sembilan jiwa diberangkatkan di lokasi transmigrasi di Torire, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah; serta 12 KK dan 42 jiwa akan ditempatkan di Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat.

Para transmigran akan mendapat tanah seluas dua hektar (ha) dan jaminan hidup selama satu tahun.

Visi Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan

Lebih lanjut, Viva mengatakan, para transmigran akan menjadi petani kopi atau coklat di lokasi yang telah disiapkan. Mereka akan menanam dan mengelola komoditas sesuai karakter masing-masing kawasan transmigrasi.

“Kemarin saya berkunjung ke kawasan transmigrasi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Di sana, para transmigran menanam sawit,” ujarnya.

Viva menyebutkan, perpindahan penduduk lewat transmigrasi, seperti yang dilakukan 15 KK, merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan.

“Ini bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” terangnya.

Dia menegaskan, program transmigrasi berorientasi meningkatkan kesejahteraan. Pasalnya, program ini tidak hanya berupaya menyejahterakan para transmigran, tetapi juga masyarakat lokal yang tinggal di kawasan transmigrasi.

“Kesejahteraan dibangun bukan hanya untuk transmigran yang menempati satuan-satuan pemukiman, tetapi juga masyarakat lokal,” ungkapnya.

Tujuan Jangka Panjang dari Program Transmigrasi

Viva berharap, pembangunan kesejahteraan dapat berkontribusi dalam penjaminan kebutuhan gizi keluarga sehingga mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal ini sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto.

“Program transmigrasi merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” tuturnya.

Dia juga berharap, program transmigrasi dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, perpindahan penduduk akan menimbulkan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya sehingga dapat menimbulkan ruang hidup yang lebih besar dan sehat.

Dukungan untuk Transmigran

Viva berharap, para transmigran tetap menjaga kesehatan dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah (pemda) atau Kementrans saat menghadapi tantangan.

“Dengan program Transmigrasi Karya Nusa, kehidupan Bapak-Ibu bisa menjadi lebih baik,” harapnya.

Pria asal Lamongan itu mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan transmigran dari Jawa Timur pada 2024. Setahun kemudian, para transmigran dari Jatim itu sudah mampu menambah lahan perkebunannya dengan membeli tanah seluas 2 ha.

“Hal demikianlah yang kami harapkan dari program transmigrasi,” kata Viva.

Adapun para transmigran mendapatkan bantuan kebutuhan sehari-hari sebelum diberangkatkan. Bantuan itu diberikan dari Kementrans, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Yogyakarta, dan Dinas Sosial, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan