
Tindakan Pendakwah yang Mencium Anak di Bawah Umur Dianggap Tidak Pantas
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, memberikan pernyataan tegas mengenai beredarnya video seorang pendakwah yang mencium anak-anak di bawah umur. Peristiwa ini menimbulkan reaksi kuat dari masyarakat dan pihak berwenang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Video viral yang menampilkan Gus Elham, salah satu pendakwah muda, terlihat beberapa kali mencium anak kecil perempuan. Hal ini dianggap tidak pantas oleh banyak pihak. Wakil Menteri Agama menyampaikan bahwa pihaknya sepakat dengan publik bahwa tindakan tersebut tidak layak dilakukan.
“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii dalam pernyataannya.
Perlindungan Anak di Bawah Kewenangan Negara
Romo Syafii menjelaskan bahwa anak-anak di bawah umur termasuk dalam perlindungan negara. Ia menekankan pentingnya memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di madrasah maupun pesantren.
Ia juga menyebutkan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam. Pedoman ini bertujuan untuk memastikan hak-hak anak sebagai peserta didik terpenuhi serta mencegah tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima.
Memperkuat Sistem Perlindungan Anak di Satuan Pendidikan
Dalam rapat terbaru, disepakati adanya surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak. Isi surat keputusan tersebut menekankan agar anak-anak madrasah dan pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan terhindar dari tindakan kekerasan yang tidak seharusnya.
Meskipun kasus seperti ini mungkin masih terjadi, Kemenag berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Regulasi Kemenag untuk Perlindungan Anak
Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag telah mengeluarkan sejumlah regulasi penting untuk memperkuat sistem perlindungan anak di satuan pendidikan keagamaan. Beberapa di antaranya adalah:
- PMA Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Kemenag.
- KMA Nomor 83 Tahun 2023 tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan.
Tahun 2025, Kemenag meluncurkan KMA Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak. Regulasi ini menjadi panduan nasional bagi pengarusutamaan prinsip perlindungan anak di pesantren hingga tahun 2029.
Regulasi ini secara jelas menyatakan bahwa kekerasan seksual maupun pelecehan apapun bentuknya tidak dibenarkan.
Kemungkinan Pemanggilan Terhadap Gus Elham
Menanggapi kemungkinan pemanggilan atau penelusuran terhadap pihak terkait, Romo Syafii menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari langkah Kemenag untuk memastikan keteladanan dalam ruang publik keagamaan.
“Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” katanya.
Respons Gus Elham atas Video Viral
Sebelumnya, video yang menampilkan Gus Elham mencium anak-anak di bawah umur ramai di media sosial. Tindakan ini dikecam keras oleh banyak masyarakat.
Gus Elham, pendakwah asal Kediri, akhirnya angkat bicara setelah video dirinya viral dan menuai kecaman luas di media sosial. Ia membuat pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @fuadbakh, dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik serta menyebut tindakannya sebagai kekhilafan pribadi.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Elham Yahya Al-Maliki memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujar Gus Elham dalam video yang diunggah.