Wamenag Romo Syafii: Tindakan Gus Elham Tidak Pantas, Ingatkan Pengawasan Pesantren Ramah Anak

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Wamenag Romo Syafii: Tindakan Gus Elham Tidak Pantas, Ingatkan Pengawasan Pesantren Ramah Anak

Tanggapan Wamenag terhadap Tindakan Gus Elham Yahya

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menanggapi tindakan yang dilakukan oleh Gus Elham Yahya dalam video viral. Dalam video tersebut, Gus Elham terlihat mencium anak perempuan secara berulang kali. Menurut Romo Syafii, tindakan tersebut dinilai tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” ujar Romo Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11). Ia menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis).

Menurutnya, aturan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam lingkungan pendidikan keagamaan. “Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat-red), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” tambahnya.

Perlu Penegakan Aturan yang Lebih Ketat

Meski aturan sudah ada, Kemenag menyadari bahwa masih mungkin terjadi pelanggaran di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tentu saja kasus-kasus itu mungkin tetap ada ya, tapi kita tadi sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa dihindari,” ujarnya.

Romo Syafii juga menjelaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari langkah konkret Kemenag dalam memastikan keteladanan di ruang publik keagamaan. “Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” pungkasnya.

Reaksi Publik terhadap Tindakan Gus Elham

Sebagaimana diketahui, Gus Elham Yahya menjadi sorotan publik atas tindakannya mencium sejumlah anak kecil perempuan. Dalam foto dan video yang beredar, terlihat Gus Elham kadang mencium pada bagian pipi, tapi pada foto lainnya juga tampak ia mencium bagian bibir si anak.

Tindakan Gus Elham tersebut menuai protes dari netizen di media sosial. Banyak dari mereka menyebut tindakannya merupakan suatu tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan. Bahkan, ada yang menyebut tindakan Gus Elham sebagai bentuk pelecehan terhadap anak.

Langkah Kemenag untuk Mengatasi Masalah ini

Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, Kemenag akan meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap individu yang berada di lingkungan madrasah dan pesantren menjunjung nilai-nilai kesopanan dan etika.

Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:

  • Peningkatan koordinasi antara Kemenag dengan lembaga pendidikan keagamaan
  • Pelibatan pihak ketiga seperti lembaga perlindungan anak dalam pengawasan
  • Pelatihan bagi guru dan pengajar tentang etika dan kewajiban dalam mendidik anak

Selain itu, Kemenag juga akan memperkuat sistem laporan masyarakat agar setiap pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan lingkungan pendidikan keagamaan dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan