
BEKASI, aiotrade.app
Sejumlah perempuan yang diduga menjadi korban penipuan investasi ilegal dengan modus bisnis bulu mata dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (4/10/2025).
Salah satu korban, Ismayanti (35), warga Bekasi Selatan, menceritakan bagaimana dirinya dan sejumlah orang lainnya tertipu oleh seseorang bernama BLH. Ia mengatakan bahwa awalnya BLH dikenal sebagai pemilik salon kosmetik yang cukup diminati. Dari situ, muncul ajakan untuk ikut berinvestasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Mereka membagikan informasi tentang investasi kemitraan yang menjanjikan penghasilan besar,” ujar Ismayanti, seperti dikutip dari TribunBekasi.com, Minggu (5/10/2025).
Tergiur dengan janji tersebut, Ismayanti menyetor dana sebesar Rp 45 juta pada awal Januari 2025. Ia dijanjikan keuntungan 100 persen atau dua kali lipat dari nilai investasi. Namun, setelah beberapa bulan berjalan, keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung datang.
“Jangankan keuntungan, modal kita saja tidak kembali,” ujarnya dengan nada kesedihan.
Ismayanti menyebutkan bahwa jumlah korban diperkirakan mencapai ratusan orang dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Yang kami tahu saja segitu (ratusan). Bisa jadi ada banyak yang belum melapor,” tambahnya.
Dari pelanggan jadi korban
Cerita serupa juga dialami Tania (27), seorang warga yang sebelumnya pernah menjadi pelanggan salon milik BLH. Ia mengaku mengenal usaha pelaku sejak tahun 2020, sehingga merasa percaya ketika ditawari untuk berinvestasi.
“Aku tergiur karena adminnya membagikan informasi investasi dengan angka yang lumayan,” ujarnya.
Tania mengaku menyetor dana sebesar Rp 6,5 juta pada Januari 2025. Awalnya, ia sempat menerima pembayaran kecil dari hasil investasi, sekitar Rp 40.000 per hari hingga total mencapai Rp 1,8 juta. Namun, sejak Mei 2025, pembayaran terhenti.
“Bulan Agustus cuma dikasih seratus ribu. Setelah itu hilang kontak, hanya dijanji-janjikan saja,” kata Tania dengan nada kecewa.
Karena merasa tertipu, para korban akhirnya melaporkan BLH ke Polres Metro Bekasi. Laporan mereka diterima oleh SPKT Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor: LP/B/2473/X/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.
Para korban berharap polisi segera memproses dan menangkap pelaku agar tidak ada korban baru.
“Kami minta dia ditangkap, cukup kami saja yang jadi korban,” tutur Tania.
Berdasarkan informasi sementara, BLH diketahui menjalankan usaha bulu mata dan kosmetik di wilayah Bekasi Selatan. Ia diduga menarik dana dari para pelanggan dengan janji keuntungan berlipat ganda, namun tak pernah menepati komitmennya.
Polisi kini tengah menindaklanjuti laporan tersebut. Kasus ini menambah panjang daftar investasi bodong berkedok bisnis rumahan di wilayah Bekasi.
Fakta-Fakta Terkait Penipuan Investasi Ini:
Korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelanggan salon yang sebelumnya percaya kepada BLH
Dana yang disetor berkisar antara puluhan juta hingga ratusan juta rupiah
Pelaku diduga menggunakan modus investasi kemitraan dengan janji keuntungan tinggi
Sebagian korban awalnya menerima pembayaran kecil, tetapi kemudian menghilang tanpa pemberitahuan
* Laporan resmi telah dibuat dan sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib
Langkah yang Diambil Oleh Korban:
Melakukan pelaporan ke Polres Metro Bekasi Kota
Mengumpulkan bukti-bukti transaksi dan komunikasi dengan pelaku
Mencari dukungan dari media dan pihak terkait untuk mempercepat proses hukum
Menyampaikan harapan agar pelaku segera ditangkap dan diadili
Peringatan untuk Masyarakat:
Waspadai tawaran investasi yang terlalu menggiurkan
Pastikan informasi dan bukti adanya izin resmi dari lembaga terkait
Jangan mudah percaya pada janji keuntungan besar tanpa dasar yang jelas
Lakukan riset mendalam sebelum melakukan investasi
Pengaruh dari Kasus Ini:
Menimbulkan kekhawatiran terhadap praktik investasi ilegal di wilayah Bekasi
Memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan
Mendorong pihak berwajib untuk lebih aktif dalam mengawasi aktivitas bisnis yang mencurigakan
Menjadi contoh bagi korban lain untuk segera melaporkan kejahatan yang dialaminya