
Kecaman dan Rasa Takut di Sekolah yang Terkena Ledakan
Di tengah kekacauan dan ketakutan, sebuah momen menyentuh terjadi di lokasi ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta. Seorang wanita menangis histeris sambil memanggil nama keponakannya yang disebut-sebut menjadi pelaku aksi tersebut. Wanita berjilbab bermotif bunga ini tampak sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Dari pengakuan wanita tersebut, ia melihat foto-foto dari media sosial mengenai seorang pria yang terkapar dengan beberapa senjata. Hal ini membuatnya langsung pergi ke sekolah untuk mencari keponakannya. Di depan gerbang sekolah, ia terus mencari-cari keponakannya yang bernama FN. Namun, FN sudah dibawa ke rumah sakit bersama para korban lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Fadel mana Fadel? Dia siswa kelas XII, tadi lihat fotonya. Saya tantenya," ujarnya. Menurut informasi yang ia dapatkan, orang tua dari keponakannya sedang berada jauh di luar negeri. Hal ini membuat wanita itu semakin cemas dan tidak bisa tenang.
Titik-Titik Ledakan di Sekolah
Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi di tiga titik berbeda. Pertama, di masjid, kedua di kantin, dan ketiga di tempat istirahat siswa. Setelah insiden tersebut, terduga pelaku ditemukan terkapar di belakang kantin dekat tempat pembuangan sampah. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
FN, siswa kelas XII, disebut-sebut sering menjadi korban bullying di sekolah dan kerap menyendiri. Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memicu aksinya. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa polisi sedang melakukan pendalaman terkait identitas, lingkungan, dan rumah pelaku.
“Terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan,” kata Kapolri. Saat ini, pelaku tengah menjalani operasi karena luka yang diderita akibat ledakan. Total ada dua korban ledakan yang menjalani operasi, dan salah satunya adalah pelaku.
Pengakuan Saksi Mata
ZA, seorang saksi mata yang juga siswa SMAN 72 Kelapa Gading, mengatakan bahwa terduga pelaku kerap menyendiri karena merasa tidak sejalan dan sepaham dengan teman-teman di sekolahnya. “Dia kayak ingin balas dendam ke pembully sampai merakit bom sendiri,” kata ZA.
Menurut ZA, terduga pelaku diduga meletakkan bahan peledak di tiga titik di sekolahnya, seperti masjid, kantin, dan tempat duduk para siswa yang membullynya. “Dia jarang kelihatan di sekolah,” ujar ZA. Saat ledakan pertama terjadi, ia sedang berada di teras masjid sekolah. Setelah itu, ia mendengar ledakan kedua dan ketiga di dalam ruang kelas tempat duduk para siswa.
Korban yang Masih Dirawat
Insiden ledakan terjadi di lingkungan sekolah SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.05 WIB. Insiden itu membuat puluhan siswa mengalami luka-luka. Total terdapat 54 siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
27 korban dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta dan 6 di Rumah Sakit Yarsi, dan 21 lainnya sudah dipulangkan dalam kondisi baik ke rumahnya masing-masing. Saat ini polisi masih mengumpulkan barang bukti dan menggali keterangan saksi-saksi untuk mengusut kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut.