
Kehadiran Tante F di Sekolah Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta
Seorang wanita yang mengaku sebagai tante dari F, terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, datang ke sekolah dengan air mata yang mengalir deras. Ia tampak panik dan bingung setelah melihat foto keponakannya beredar luas di media sosial. Kejadian ini terjadi setelah F ramai disebut sebagai sosok di balik peristiwa memilukan yang mengguncang sekolah pada Jumat (7/11/2025).
Dengan langkah tergesa dan suara bergetar, ia terus memanggil nama sang keponakan di tengah kerumunan warga dan orang tua siswa yang masih menunggu kabar di depan gerbang sekolah. “Fa mana Fa? Dia siswa kelas XII, tadi saya lihat fotonya. Saya tantenya. Orang tuanya sekarang di luar negeri,” ujarnya sambil menangis keras.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tangisannya membuat suasana di sekitar sekolah semakin hening. Sejumlah warga yang berada di lokasi hanya bisa memandang iba ketika wanita itu akhirnya diizinkan masuk ke lingkungan sekolah untuk mencari kejelasan tentang kondisi F. Setelah itu, ia tak lagi terlihat keluar dari area sekolah.
Dugaan Motif dan Latar Belakang F
Sementara itu, proses identifikasi terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan beberapa siswa, sosok F memang merupakan siswa kelas XII yang dikenal pendiam dan tertutup. Informasi ini memperkuat dugaan publik sejak foto-foto awal kejadian tersebar di media sosial.
Seorang siswa kelas XI, berinisial ZA, mengaku mengenal F cukup dekat. Ia menyebut F kerap menjadi korban perundungan di sekolah. “Dia sering dibully, selalu sendiri ke mana-mana. Terus dia sering pakai jas putih ke sekolah, itu ciri khasnya,” ujar ZA menggambarkan keseharian F. Menurut ZA, F dikenal jarang berbicara dan lebih sering menyendiri di sudut-sudut sekolah.
Dugaan sementara yang berkembang di kalangan siswa, tindakan F mungkin dipicu oleh tekanan emosional dan keinginan membalas dendam terhadap para pelaku bullying. “Katanya mau balas dendam ke yang suka ngebully, tapi malah kena ke semuanya,” tambah ZA pelan.
Tragedi ini pun menyisakan duka dan pertanyaan besar: bagaimana tekanan sosial dan perundungan bisa mendorong seorang remaja ke titik yang begitu ekstrem. Kini, pihak sekolah dan aparat kepolisian masih menelusuri motif dan kronologi lengkap peristiwa ledakan, sekaligus memastikan kondisi seluruh korban di lokasi kejadian.
Penjelasan Kapolri tentang Korban Ledakan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara perihal kasus ledakan yang terjadi di masjid SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). Kapolri menyebut, imbas kejadian ini, puluhan orang mengalami luka-luka. "Di awal jumlah korban kurang lebih mencapai 50 atau 60. Tapi saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko," ujarnya di Istana Presiden, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, korban sudah berangsur-angsur pulang dan ada dua orang yang sedang menjalani operasi. "Korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang dan ada dua orang yang saat ini sedang dilaksanakan operasi," ucapnya. Lebih lanjut, ia menyatakan pihak kepolisian akan memberikan pelayanan terbaik terhadap para korban. "Tapi yang jelas apa yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Kapolda Metro, kembali kita tekankan untuk memberikan pelayanan terbaik khususnya bagi korban," terangnya.
Kronologi Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sebelumnya diberitakan, ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025), terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung dan membuat suasana berubah mencekam. A, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, menceritakan bahwa suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah. "Jadi kronologinya itu saat lagi salat, pada masih kotbah kan masih doa, pas mau selesai doa ada yang meledak di belakang. Kondisi pas abis ledakan langsung semua, bau petasan, bau bahan-bahan kimia," ucap A di lokasi.
Ia mengatakan, suara ledakan berasal dari bagian belakang masjid dan disertai bau menyengat seperti bahan kimia. Menurut A, setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Ia menyebutkan, jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Sebagian besar korban merupakan siswa kelas X dan XI yang saat itu mengikuti salat Jumat bersama di masjid sekolah. "Ada yang kena luka bakar, dibawa ke balai kesehatan. Siswa mungkin 15, staf mungkin ada 5 orang. Itu masih perkiraan. Memang di balai kesehatan semua, rata-rata ada yang udah hancur, ada yang luka ringan," ucapnya.
Setelah ledakan terjadi, para korban pun dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans ke beberapa rumah sakit. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal.
Hingga saat ini, area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI.