Wapres Gibran Kunjungi Pasar Induk Jagasatru Cirebon, Pantau Harga Pangan

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Induk Jagasatru Cirebon, Pantau Harga Pangan
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Induk Jagasatru Cirebon, Pantau Harga Pangan

Kunjungan Wapres ke Pasar Induk Jagasatru Cirebon

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan ke Pasar Induk Jagasatru, Kota Cirebon, pada Jumat 24 Oktober 2025. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pangan di wilayah tersebut menjelang akhir tahun.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan di berbagai daerah. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Wapres mengunjungi beberapa lapak pedagang dan berdialog langsung mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok seperti beras dan bawang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama kunjungan, Wapres juga melakukan pembelian sebanyak 2 kilogram tauge dan bawang putih sebagai bentuk dukungan terhadap para pedagang di pasar tradisional tersebut. Pedagang sangat mengapresiasi kunjungan Wapres karena menunjukkan perhatian terhadap kondisi mereka serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Iing Daiman, secara umum harga bahan pokok di Kota Cirebon masih relatif stabil meski beberapa komoditas mengalami kenaikan terbatas. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging ayam dengan harga mencapai Rp 36.000 per kilogram.

Meskipun demikian, Wapres berpesan agar pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga.

”Wapres menyampaikan bahwa fluktuasi harga di pasar merupakan hal wajar. Namun, secara keseluruhan, harga di Cirebon masih terkendali,” ujar Iing Daiman.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian, termasuk pelaksanaan operasi pasar murah dan pemantauan harga harian di pasar tradisional. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan kelancaran distribusi bahan pangan di wilayah Cirebon.

Fokus pada Stabilitas Harga dan Pasokan

Pasar Induk Jagasatru menjadi salah satu titik penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, Wapres tidak hanya sekadar melihat kondisi pasar, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah situasi ekonomi yang bisa saja mengalami fluktuasi.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain:

  • Pelaksanaan operasi pasar murah yang bertujuan untuk menurunkan harga bahan pangan di tingkat konsumen.
  • Pemantauan harga harian di pasar tradisional untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan harga oleh pedagang.
  • Koordinasi dengan para pelaku usaha untuk memastikan pasokan tetap lancar dan stabil.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa khawatir akan kenaikan harga yang tidak terkendali.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Pasar

Selain tindakan dari pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga stabilitas pasar. Wapres mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, yaitu dengan membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari lonjakan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga.

Perilaku masyarakat yang responsif terhadap kondisi pasar juga dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dengan begitu, harga bahan pangan tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan