Kekalahan Berulang dan Keputusan Mundur Wapres Sriwijaya FC
Mohammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC, mengumumkan pengunduran dirinya melalui status WhatsApp pada Senin (27/10/2025) pukul 07.19. Ia menulis, "Mundur langkah terbaik buat saya, cukup saya berjuang sampai di sini hilang kepercayaan." Pengunduran diri ini dilakukan setelah beberapa kali kekalahan yang dialami oleh klub dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
David, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Manajer Sriwijaya FC, menjadi salah satu tokoh penting dalam penyelamatan Elang Andalas di babak playoff degradasi musim lalu. Namun kini, ia merasa tidak mampu lagi memenuhi ekspektasi suporter dan masyarakat Sumsel.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kekalahan terbaru yang dialami Sriwijaya FC atas FC Bekasi City dengan skor 1-3 pada laga ketujuh Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (26/10/2025) sore, membuat para suporter kecewa. Momen Ultah ke-21 Sriwijaya FC justru menjadi momen yang menyedihkan karena tim hanya mendapatkan 1 poin dari 7 pertandingan, dengan 6 kali kalah dan 1 kali imbang.
Reaksi Suporter yang Tidak Puas
Setelah pertandingan, para suporter fanatik Sriwijaya FC turun ke lapangan dan menunjukkan kekecewaannya dengan membawa spanduk yang berisi berbagai tulisan menyindir. Beberapa contoh spanduk antara lain: "GAK BOSAN KALAH", "BOSAN MAKAN JANJI", "KATANYA EVALUASI TAPI KOK?", "EVALUASI CUMA OMONGAN", "SRIWIJAYA FC KALIAN LEMAH", dan "EVALUASI ATAU DEGRADASI".
Massa suporter juga memaksa masuk hingga ke loker room Sriwijaya FC, meminta manajemen untuk keluar dan memberikan penjelasan. Meski telah hadir head coach Budi Sudarsono dan pemain senior seperti Valentino Telaubun serta Jechson Felix Gu Tiwu, mereka tetap meneriaki agar manajemen juga memberikan penjelasan atas kekalahan yang terjadi.
Penjelasan dari David dan Anggoro Prajesta
David menjelaskan bahwa materi pemain Sriwijaya FC musim ini merupakan rekrutan dari head coach di awal pembentukan tim. Ia menegaskan bahwa kekalahan yang terjadi adalah dampak dari performa pemain yang kurang maksimal. "Kalau memang suporter sudah tidak percaya, mundur kita. Apalagi yang mau dipertahankan kita sudah mencoba mempertahankan tim ini habis-habisan," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa regulasi kompetisi hanya memungkinkan pergantian pemain di putaran kedua. Oleh karena itu, evaluasi pemain tidak bisa dilakukan secara langsung di tengah putaran pertama. "Di putaran kedua nanti harus dievaluasi semua. Apalagi di lini depan," ujarnya.
David juga mengaku legowo jika suporter menghendaki dirinya mundur dari manajemen Sriwijaya FC. Ia menegaskan bahwa selama ini ia berkorban demi kecintaannya terhadap klub. "Saya tidak mencari keuntungan di sini. Nak nyalon idak, nak nyari panggung idak. Karena kita cinto bae dengan SFC ini," kata dia.
Perspektif Direktur Olahraga
Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, mengatakan bahwa perekrutan pemain saat ini dilakukan oleh pelatih Achmad Zulkifli. "Memang sebenarnya semua pemain kan dipilih oleh coach Azul. Memang ada beberapa pemain dari manajemen. Yang dari manajemen so far sih oke-oke aja. Tapi semua keputusan dari pelatihlah."
Anggoro juga menyampaikan bahwa evaluasi terhadap pemain senior dan pemain muda akan dilakukan. "Namun pemain muda kita yang masih kurang pengalaman nantinya bagus," tambahnya.
