Warga Banda Aceh Ditipu Jual Beli Mobil Rp 66 Juta di Facebook

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Warga Banda Aceh Ditipu Jual Beli Mobil Rp 66 Juta di Facebook
Warga Banda Aceh Ditipu Jual Beli Mobil Rp 66 Juta di Facebook

Korban Penipuan Jual Beli Mobil di Facebook

Seorang warga Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, berinisial IRP (33), menjadi korban penipuan jual beli mobil melalui media sosial Facebook. Dalam kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 66 juta. Uang tersebut berasal dari tabungan keluarga yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Korban menuturkan bahwa uang itu dimaksudkan untuk membelikan mobil agar bisa membantu aktivitas anak sekolah dan mendukung kebutuhan sehari-hari. Namun, rencana tersebut gagal karena tindakan penipuan yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penipuan terjadi melalui akun yang mengatasnamakan Prabu Motor Ponorogo. Pelaku diduga menggunakan identitas Febry Marsya dan Keisya Septia Putri, yang merupakan kasir di toko tersebut. Awalnya, korban melihat iklan showroom mobil di Facebook dan tertarik dengan mobil Avanza tahun 2013. Tak lama setelah itu, pelaku mengirimkan pesan via inbox dan memberikan nomor WhatsApp.

Obrolan antara korban dan pelaku berlanjut hingga terjadi negosiasi harga. Awalnya, harga mobil adalah Rp 95 juta, namun kemudian diturunkan menjadi Rp 65 juta. Korban tergiur dan mulai menanyakan cara pembelian serta pengiriman. Pelaku meminta korban mengirimkan uang muka (DP) sebesar Rp 10 juta melalui QRIS CV Prabu Motor Ponorogo.

Korban kembali mengirimkan uang sebesar Rp 25 juta ke rekening atas nama Keisya Septia Putri pada malam harinya. Esok harinya, ia melakukan pelunasan hingga biaya pengiriman sebesar Rp 1 juta. Setelah pembayaran selesai, komunikasi terputus dan kendaraan yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan.

Dampak Emosional dan Finansial

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka finansial, tetapi juga menyayat perasaan keluarga. Istri korban turut berjuang menabung dari hasil usaha rumah tangga, sementara anak menanti dengan semangat mobil yang diharapkan dapat membantu keseharian mereka. Kini, semua harapan itu sirna.

“Keluarga kami sempat bertanya kapan mobilnya datang. Saya hanya bisa diam, rasanya hancur melihat mereka kecewa,” ungkap korban. Ia merasa hancur karena tidak bisa memenuhi harapan anak-anaknya.

Korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Aceh dengan nomor Reg/148/XI/2025/Subdit V Tipid SIBER/Ditreskrimsus yang diteken Penyidik Pembantu atas nama Kasubdit tertanggal 8 November 2025. Ia berharap pihak kepolisian atau aparat penegak hukum segera mengusut tuntas para pelaku.

Harapan kepada Pemilik Toko

Korban juga menyampaikan harapan kepada Achmad Ramadhan selaku owner resmi Prabu Motor Ponorogo, agar dapat membantu memberikan solusi agar nama baik toko tersebut tidak terus disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami percaya Prabu Motor Ponorogo yang asli tidak terlibat. Kami hanya berharap Bapak Achmad Ramadhan bisa membantu mempermudah penyelesaian masalah ini dan membantu mengonfirmasi identitas pelaku yang memakai nama tokonya,” ucap korban.

Pelajaran bagi Masyarakat

Dikatakan, kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dalam bertransaksi online. Banyak pelaku kini memanfaatkan nama toko ternama atau akun palsu untuk menipu calon pembeli.

“Harapan kami sederhana, uang itu hasil jerih payah kami yang halal. Semoga pelaku segera ditemukan dan tidak ada lagi keluarga lain yang menjadi korban seperti kami,” tutup korban.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan