Warga Bongkar Kondisi Bocah di Bogor Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri: Betapa Kejamnya

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Warga Bongkar Kondisi Bocah di Bogor Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri: Betapa Kejamnya
Warga Bongkar Kondisi Bocah di Bogor Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri: Betapa Kejamnya

Peristiwa Mencemaskan Bocah di Bogor yang Tewas Disiksa oleh Ibu Tiri

Warga Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkap kondisi terakhir bocah berinisial MAA sebelum tewas akibat penganiayaan oleh ibu tirinya, RN (30). Video yang menampilkan momen terakhir MAA sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban tampak bahagia sambil memegang makanan ringan dan mengenakan baju motif kartun Spongebob.

Kondisi korban sangat memprihatinkan. Matanya bengkak, dahi benjol, gigi bagian bawah ompong, dan ada bekas darah di bibirnya. Warga setempat yang melihat kondisi tersebut merasa miris. Saat membuka baju korban di bagian belakang, mereka kaget melihat luka memar yang melintang di tengah, kanan, dan kiri. Di pinggang belakang juga terdapat luka bulat seperti bekas sundutan rokok.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengakuan dari Tetangga dan Pemandi Jenazah

Seorang tetangga menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku ibu tiri korban. "Bocil disiksa tiap hari sama ayah kandung dan ibu tiri, ko tega banget," tulis warga yang membagikan video terakhir sang bocah.

Sugeng, pemandi jenazah, memberikan kesaksian tentang kondisi jenazah korban. Ia menyatakan bahwa saat memandikan jenazah, ia merasa janggal dengan banyaknya luka lebam di tubuh korban. Sugeng mencoba menanyakan penyebab luka tersebut kepada orang tua korban, namun jawaban yang diberikan tidak meyakinkan.

Ayah korban menjelaskan bahwa luka tersebut disebabkan oleh kejedot pintu dan jatuh di kamar mandi. Namun, Sugeng merasa tidak percaya dengan penjelasan tersebut. Ia merasa luka yang dilihatnya tidak mungkin hanya disebabkan oleh kejadian itu.

Perilaku Ayah Kandung yang Mencurigakan

Sugeng juga menyampaikan gelagat tak wajar dari ayah kandung korban. Saat proses pemakaman, ayah korban menolak menggunakan ambulans yayasan untuk mengangkut jenazah. Ia lebih memilih membawa jenazah sendiri menggunakan motor. Selain itu, pemakaman korban juga tidak dihadiri banyak orang, hanya keluarga terdekat saja.

Setelah pemakaman selesai, Sugeng dihampiri dua orang ibu-ibu yang merupakan tetangga korban. Mereka memberitahu Sugeng bahwa ada dugaan penganiayaan di balik kematiannya. Informasi ini membuat Sugeng semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Akhirnya, ia dan warga setempat memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Penetapan Tersangka dan Alasan Penganiayaan

Perempuan berinisial RN (30) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan berujung kematian terhadap anak tirinya. RN mengungkapkan alasan menganiaya korban selama tiga hari berturut-turut hingga tewas. Motif utamanya adalah karena korban tidak mau menuruti perintah pelaku.

"Triger atau motif yang menjadi sebab pelaku melakukan penganiayaan tersebut adalah pelaku merasa kesal atau emosi ketika korban menolak diberikan makan atau disuapi makan, setiap harinya," ujar Kompol Made Gede Oka Utama.

Selain itu, RN juga menganiaya korban karena korban tidak mau dimintai uang jajan. Pelaku mengaku telah melakukan penganiayaan secara berkala sejak awal Oktober 2025. Penganiayaan tersebut dilakukan secara intensif hingga korban akhirnya pingsan dan meninggal dunia pada Senin (20/10/2025).

Kekerasan yang Berlangsung Terus-Menerus

Penganiayaan yang dilakukan oleh RN tidak hanya terjadi sekali, tetapi berlangsung secara terus-menerus. Korban mengalami banyak luka di tubuhnya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya. Hal ini menyebabkan korban mengalami pingsan dan akhirnya meninggal dunia.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan