
Ratusan Warga Blokade Jalan Trans Sulawesi
Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, melakukan aksi blokade terhadap Jalan Trans Sulawesi pada Sabtu (25/10/2025) sore. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses rekrutmen tenaga kerja di industri smelter nikel PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), yang dinilai tidak berpihak kepada warga lokal.
Menurut informasi yang diperoleh, sebagian besar pelamar asal Kecamatan Bua tidak lolos seleksi administrasi. Bahkan, sejumlah karyawan lama yang telah bekerja bertahun-tahun di perusahaan tersebut justru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan masyarakat setempat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Desa Padang Kalua, Umi, menyebut aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan melakukan pemutusan kontrak terhadap lebih dari 400 tenaga kerja, mayoritas berasal dari warga lokal.
“Pemutusan kontrak terhadap ratusan tenaga kerja ini jelas menambah angka pengangguran baru di Luwu,” ujarnya. Ia berharap karyawan yang di-PHK dapat dipekerjakan kembali di pabrik dua yang baru saja beroperasi.
Namun, situasi yang dihadapi saat ini membuat masyarakat merasa sangat kecewa. Menurut Umi, ketika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja, mereka juga membuka lowongan kerja baru. Padahal, seharusnya perusahaan bisa mengakomodasi masyarakat yang sudah lama bekerja di dalam, mulai dari konstruksi hingga pembangunan pabrik.
Aksi Blokade Jalan Mengganggu Lalu Lintas
Dalam aksi tersebut, warga membakar ban bekas dan berorasi di tengah jalan, menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi lumpuh total selama beberapa jam. Polisi dari Polres Luwu turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta mengatur lalu lintas.
Umi menegaskan, warga akan kembali turun ke jalan pada Senin (27/10/2025) mendatang jika pihak perusahaan tidak memberikan tanggapan. Ia berharap pihak perusahaan segera duduk bersama dengan perwakilan masyarakat agar ada solusi yang adil bagi tenaga kerja lokal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BMS belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga maupun aksi blokade jalan tersebut.
Dampak Aksi Blokade Jalan
Aksi blokade jalan ini tidak hanya memengaruhi transportasi, tetapi juga menjadi perhatian publik terhadap isu kesenjangan antara perusahaan dan masyarakat setempat. Sejumlah warga menyampaikan keluhan mereka melalui orasi dan demonstrasi, yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan perusahaan.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh warga antara lain: * Proses rekrutmen yang tidak transparan dan tidak adil. * PHK terhadap karyawan lama tanpa kompensasi yang layak. * Tidak adanya upaya perusahaan untuk memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.
Warga juga meminta agar perusahaan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat yang sudah lama bekerja di dalam perusahaan, terutama dalam proyek pembangunan pabrik yang baru saja beroperasi.
Masa Depan Tenaga Kerja Lokal
Masalah ini menjadi sorotan utama karena dampaknya terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan peningkatan jumlah pengangguran, kondisi ini dapat memicu ketidakstabilan sosial di wilayah tersebut.
Sebagai respons terhadap isu ini, masyarakat berharap pihak perusahaan dapat segera memberikan solusi yang adil dan berkelanjutan. Mereka juga menuntut agar perusahaan lebih proaktif dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.