Warga Kampung Bengkok Mengadu ke Kapolres dan DPRD Kota Tasikmalaya
Warga Kampung Bengkok, Kelurahan Sukalaksana, Bungursari, Kota Tasikmalaya, mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya yang sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki. Pada Senin (20/10/2025), mereka memilih untuk mendatangi Kapolres Tasikmalaya Kota dan anggota DPRD Komisi II untuk menyampaikan aspirasinya.
Puluhan warga tersebut datang dengan harapan agar masalah jalan yang sudah lama tidak terselesaikan bisa segera ditangani. Mereka meminta difasilitasi oleh pihak berwenang agar aspirasi mereka bisa didengar dan segera ada tindakan nyata.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Nuning Deity Hidayati, salah satu warga Kampung Bengkok, menjelaskan bahwa masalah jalan di kampungnya telah berlangsung selama 18 tahun tanpa adanya realisasi. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa kali ia dan warga lain pernah mengunjungi Balekota dan DPRD Kota Tasikmalaya, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan yang nyata.
"Kita sudah demo ke Bale Kota juga ke DPRD tidak terealisasi sama sekali malah tambah parah. Makanya saya sampaikan kepada beliau (kapolres) supaya cepat didengar aspirasi kami," ujarnya.

Alasan warga memilih mengadu ke Kapolres Tasikmalaya Kota adalah karena institusi tersebut memiliki program yang nyata dan berhasil di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya. Nuning menilai bahwa Kapolres memiliki kemampuan untuk menjembatani aspirasi warga ke pihak yang lebih tinggi.
"Kenapa ke polisi karena saya sangat salut kepada beliau, bahkan beberapa program sangat berhasil. Mudah-mudahan melalui jembatan pak kapolres suara kita itu bisa disampaikan langsung ke walikota," ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan perbaikan jalan di wilayahnya hanya terjadi pada tahun 2006, namun sampai sekarang tidak ada lagi bantuan. Kerusakan jalan tersebut semakin parah akibat aktivitas truk tambang pasir.
"Terakhir tahun 2006, pokoknya ini sudah menginjak ke 19 tahun jalan ini tidak diperbaiki cuma satu kali, itu pun ketahanan jalan sampai dua bulan sudah rusak lagi," kata Nuning.
Kepler Sianturi, anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan pergerakan sejak bulan Maret dan menyampaikan aspirasi ke Pemkot Tasikmalaya. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi yang signifikan.
"Makanya sekarang saya mengundang pak kapolres untuk mendengar aspirasi masyarakat, kita berharap pak kapolres bisa menyelesaikan permasalahan ini," ujar Kepler.
Ia bersyukur bahwa dalam ulang tahun ini, pihaknya bisa dijembatani oleh Kapolres untuk mempertemukan warga dengan Pemkot Tasikmalaya. Informasi yang diterima, besok akan ada pertemuan antara walikota dan warga Kampung Bengkok membahas aspirasi tentang kerusakan jalan.
"Semoga ada hasil yang baik," harapnya.
Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi mengungkapkan bahwa pihaknya hadir untuk menjembatani aspirasi warga ke Pemkot Tasikmalaya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendengar keluhan warga dan berjanji akan ada pertemuan antara walikota dan warga di Mako Polres, yang kebetulan akan ada kegiatan donor darah.
"Mudah-mudahan ada hasil yang didapat," katanya.