Warga Cemenung Hilang Dua Hari Ditemukan di Dasar Sumur Tengah Ladang Jagung

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Warga Cemenung Hilang Dua Hari Ditemukan di Dasar Sumur Tengah Ladang Jagung
Warga Cemenung Hilang Dua Hari Ditemukan di Dasar Sumur Tengah Ladang Jagung

Penemuan Mayat di Dalam Sumur Menggegerkan Warga Desa Sukoerejo Wetan

Kabar duka datang dari Desa Sukoerejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Seorang warga setempat bernama Ayoga Erdiansyah (27 tahun) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di tengah ladang jagung di Dusun Cemenung. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (25/10/2025) sore dan membuat geger masyarakat setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ayoga dilaporkan hilang sejak Kamis (23/10/2025) pukul 19.30 WIB. Keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian namun gagal menemukan jejak korban. Pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika seorang warga bernama Pak Rokim memeriksa sumur yang biasa digunakan untuk mengairi kebun jagung miliknya. Ia menemukan sesosok tubuh di dasar sumur.

Proses Evakuasi yang Rumit

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung turun tangan untuk melakukan evakuasi. Mereka harus menghadapi tantangan karena diameter sumur hanya 75 sentimeter, sehingga sangat sempit untuk bergerak. Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa salah satu personel Damkarmat lebih dulu turun menggunakan tali dengan peralatan pengamanan.

Sesampai di bawah, personel tersebut mengikat tubuh korban dengan tali yang sudah disiapkan. Setelah itu, personel tersebut naik lebih dulu, lalu tali pengikat korban ditarik ke atas. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dasar sumur dan berhasil dievakuasi.

Peristiwa yang Menyedihkan

Piket Pamapta Polres Tulungagung, Ipda Kukuh Kurniawan, mengungkapkan bahwa korban pamit buang air besar pada malam hari sebelum menghilang. Keluarga menjadi cemas karena korban tidak pulang setelahnya. Meski telah mencari bersama warga, mereka belum menemukan jejak korban hingga akhirnya temuan di dalam sumur terjadi.

Setelah jasad korban dievakuasi, Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan Unit Reskrim Polsek Rejotangan melakukan pemeriksaan. Hasil visum luar menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Oleh karena itu, polisi menyimpulkan bahwa korban meninggal bukan karena tindakan kriminal.

Keluarga Menerima Kehilangan sebagai Musibah

Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan korban mengalami memar di beberapa bagian tubuh, diduga akibat benturan saat terjatuh ke dalam sumur. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka meminta jenazah korban segera diproses pemulasaraan dan dimakamkan tanpa adanya proses hukum.

“Kami langsung serahkan ke keluarga setelah ada surat pernyataan menolak autopsi, dan tidak akan melakukan proses hukum,” ujar Kukuh.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya yang bisa muncul dari lingkungan sekitar, terutama di area yang memiliki sumur atau tempat yang rawan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan