Warga Cikande Menolak Pindah, Kapan Radiasi Mulai Berdampak?

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Warga Cikande Menolak Pindah, Kapan Radiasi Mulai Berdampak?

Warga Tidak Ingin Direlokasi Meski Ada Pencemaran Radiasi

Di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan adanya pencemaran zat radioaktif cesium-137. Hal ini memicu rencana relokasi warga yang tinggal di zona merah. Namun, sejumlah warga, termasuk Sarniti (50 tahun), menolak untuk pindah meskipun rumahnya sudah dipasang stiker peringatan radiasi dan garis kuning oleh Satgas Penanganan Bahaya Radiasi CS-137.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sarniti mengatakan bahwa ia merasa aman meskipun rumahnya berada dekat dengan bahan terkontaminasi. Ia juga menyatakan bahwa dirinya dan keluarganya belum mengalami dampak kesehatan apa pun.

"Enggak mau (direlokasi) masalahnya rumah sendiri, walaupun jelek, juga istana," ujarnya. Ia memiliki tiga anak dan seorang menantu, dan semua masih dalam keadaan sehat.

Tingkat Radiasi yang Mengkhawatirkan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol meninjau langsung Kawasan Industri Modern Cikande dan menemukan beberapa titik dengan tingkat radiasi nuklir hingga 875.000 kali lipat dari batas aman. Kondisi ini jauh lebih tinggi dari radiasi yang dinilai aman untuk masyarakat, yakni 0,11 microsievert per jam.

“Telah terdeteksi beberapa titik lokasi yang memiliki pancaran sumber radiasi dari radionuklida, salah satunya bahkan mencapai angka 33.000 microsievert per hour atau 875.000 kali dari background,” kata Hanif.

Dampak Radiasi yang Berbahaya

Dicky Budiman, dokter epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, menjelaskan bahwa radiasi hingga 33.000 mikrosievert per jam sangat berbahaya bagi manusia. Jika terpapar dalam waktu lama, radiasi ini bisa mematikan.

"Secara pembanding, batas aman radiasi rata-rata adalah 20 milisievert per tahun. Sementara itu, di Cikande terdapat radiasi hingga 33.000 mikrosievert per jam atau 33 milisievert per jam. Dengan kata lain, dalam satu jam saja seseorang di lokasi tersebut sudah menerima dosis yang seharusnya diterima dalam 60 tahun paparan alami."

Faktor yang Mempengaruhi Dampak Radiasi

Dicky menjelaskan bahwa dampak radiasi bergantung pada tiga faktor utama: dosis, durasi paparan, dan jarak dari sumber radiasi. Jika seseorang berada di area 33.000 mikrosievert per jam selama beberapa jam atau hari tanpa perlindungan, maka risiko sindrom radiasi akut sangat tinggi.

"Jika terpapar radiasi dalam jumlah sangat tinggi, sekitar 4.000 - 5.000 milisievert sekaligus, risiko kematian akan sangat besar. Selain itu, paparan radiasi rendah tapi terus-menerus juga berbahaya karena bisa meningkatkan risiko kanker."

Kenapa Warga Tidak Merasakan Efeknya?

Meski saat ini warga merasa baik-baik saja, Dicky menjelaskan bahwa efek kanker bisa muncul 10-20 tahun setelah paparan terjadi. Selain itu, radiasi tidak seperti api atau gas beracun yang dapat dirasakan oleh indra.

"Karena radiasi umumnya tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berasa. Berbeda dengan api atau gas beracun," ujarnya.

Bahaya Bagi Lingkungan

Radionuklida seperti cesium-137, kobalt, iridium-192, dan lainnya juga berbahaya bagi lingkungan. Mereka memancarkan sinar gamma yang berenergi tinggi dan menembus tubuh manusia. Cemaran ini juga dapat mencemari tanah dan air tanah.

"Jika cemaran tersebut terhirup atau tertelan, radionuklida bisa menumpuk di jaringan tubuh, terutama pada tulang, otot, atau tiroid."

Saran Ahli Epidemiologi

Dicky menyarankan agar warga direlokasi sementara, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang rentan terhadap efek radiasi. Selain itu, survei lingkungan harus dilakukan untuk memastikan kadar radionuklida dan radius kontaminasi.

"Penting juga untuk melakukan literasi publik dengan komunikasi risiko yang transparan, yang menjelaskan bahwa 'tidak terlihat' bukan berarti tidak berbahaya."

Kapan Efek Radiasi Akan Terasa?

Efek radiasi tergantung pada jenis paparan. Jika akut, efek bisa muncul dalam jam atau hari apabila dosis tinggi. Efek subkronis bisa terlihat dalam minggu atau bulan jika paparan terjadi terus-menerus.

"Kami menegaskan bahwa paparan yang terjadi saat ini tentu berdampak untuk penyakit masa depan, yang tentu harus disampaikan kepada masyarakat."

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan