Warga Cimanggu Buat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa Karena Pemerintah Tidak Perbaiki

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Warga Cimanggu Buat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa Karena Pemerintah Tidak Perbaiki
Warga Cimanggu Buat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa Karena Pemerintah Tidak Perbaiki

Warga Cimanggu Membuat Jembatan Sementara dari Batang Kelapa

Di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, sejumlah warga mengambil inisiatif untuk membuat jembatan sementara dari batang kelapa. Inisiatif ini dilakukan setelah jembatan yang menjadi akses utama tiga desa di wilayah tersebut ambruk akibat dilalui kendaraan truk pengangkut kayu.

Jembatan yang menghubungkan Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang itu ambruk pada Minggu (7/12/2025). Sejak saat itu, warga masih menunggu perbaikan dari pihak berwenang. Namun, karena kebutuhan mendesak, mereka membangun jembatan sementara dari bahan alami seperti batang kelapa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nasron, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa jembatan sementara dibangun untuk memudahkan akses warga, khususnya pengendara sepeda motor. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum melakukan perbaikan meskipun jembatan sudah ambruk selama lebih dari seminggu.

"Kemarin buat jembatan untuk sepeda motor, supaya ada akses warga bisa nyebrang," ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, juga telah datang untuk melihat langsung kondisi jembatan yang rusak. Kehadiran Wakil Bupati menunjukkan perhatian terhadap masalah ini.

Proses Perbaikan Jembatan yang Masih Berlangsung

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pengiriman bahan material untuk perbaikan jembatan. Meski begitu, ia mengatakan bahwa pengiriman bahan membutuhkan waktu sekitar dua hari.

"Saar ini proses mobilisasi jembatan dulu, karena itemnya itu banyak," katanya.

Andrian mengungkapkan bahwa DPUPR Pandeglang mendapatkan pinjaman jembatan bailey atau jembatan besi dari DPUPR Provinsi Banten. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga ahli yang mampu merakit jembatan tersebut.

"Jembatan ini kewenangan kabupaten, cuman kabupaten sendiri kesulitan dari sisi ketersediaan jembatan bailey dan SDM yang bisa merangkai jembatan," ujarnya.

Ia memastikan bahwa tim teknis akan tiba di lokasi pada tanggal 20 Desember. Selain itu, ia meminta kepada masyarakat untuk bersabar dalam menunggu perbaikan jembatan.

"Iyah mereka terisolir, cuman kita juga gak asal-asalan, kalau kita pasang (jembatan) terus kalau jembatannya rusak, lagi kan nanti malah tambah runyam. Mangkanya perlu tenaga ahli, keterbatasan juga di Pandeglang, jadi bukan rahasia umum, dan kedepan mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi kalau ada hal urgent," tambahnya.

Keberlanjutan dan Harapan Masa Depan

Meski jembatan sementara telah dibangun oleh warga, situasi ini menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur yang lebih baik. Dengan adanya jembatan yang ambruk, masyarakat terpaksa mencari solusi darurat, seperti jembatan dari bahan alami.

Warga tetap berharap agar perbaikan jembatan dapat segera dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, diharapkan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang mengganggu kehidupan masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan