Warga Kampung Inpres Menghadapi Tantangan Berat Saat Memakamkan Jenazah Tanpa Jembatan
Warga Kampung Inpres, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami pengalaman yang sangat menegangkan saat memakamkan seorang warga setempat. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari 5 November 2025, ketika warga harus menggotong jenazah menyeberangi Sungai Cimapag tanpa adanya jembatan. Video kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Pemakaman awalnya ditunda satu hari karena aliran sungai meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Meski kondisi aliran air belum sepenuhnya normal pada hari pemakaman, warga tetap nekat menyeberangi sungai untuk segera memakamkan jenazah yang telah didiamkan selama sehari sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua RW setempat, Osim, mengaku turut hadir dalam pemakaman yang terekam video viral tersebut. Ia menjelaskan bahwa situasi kali ini berbeda dari biasanya karena kedalaman air jauh lebih tinggi dari biasanya.
“Udah biasa, kalau airnya lagi surut mah nggak jadi masalah. Kalau seperti kemarin, hampir hanyut mayatnya,” kata Osim kepada Tribun Bogor, Jumat (7/11/2025).
Biasanya, kedalaman air Sungai Cimapag hanya setinggi betis orang dewasa. Namun, saat pemakaman kemarin, kedalaman air mencapai sepinggang orang dewasa. Hal ini membuat proses menggotong keranda jenazah menjadi sangat berisiko.
Osim menceritakan, keranda hampir hanyut ketika beberapa warga terpeleset di bebatuan sungai yang licin. Beruntung, mereka berhasil membawa jenazah menyeberangi sungai hingga tiba di makam.
“Terpeleset licin kan itu, hampir jatuh (mayatnya) pas mau nyeberang. Pas pinggir sungainya, gak kelihatan dasarnya, dasarnya kan cadas, licin,” jelas Osim.
Selain itu, ada warga yang ikut menyeberangi sungai sampai kehilangan cangkul mereka. “Sampai sekarang belum ketemu cangkulnya,” ujar Osim sambil tersenyum getir.
Risiko Tinggi Saat Menyeberangi Sungai Tanpa Jembatan
Warga yang ikut pemakaman semua basah kuyup. Beberapa mengenakan celana, sementara yang lain menggunakan sarung. Meski begitu, tidak ada kecelakaan serius yang menimpa mereka saat menyeberangi sungai.
Osim menambahkan bahwa selain Kampung Inpres, ada dua kampung lain di kawasan tersebut yang kerap menyeberangi sungai saat pemakaman karena tidak adanya jembatan. Warga berharap adanya solusi agar proses pemakaman lebih aman dan tidak terganggu oleh cuaca atau luapan air sungai.
“Yang celaka mah nggak ada, cuma warga susah aja nyeberang. Warga tuh butuh banget jembatan, minimal rawayan lah, supaya nggak ada gangguan gitu kalau nyeberang,” pungkasnya.
Harapan Masyarakat untuk Fasilitas yang Lebih Baik
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan perjuangan warga menunaikan kewajiban pemakaman meski dihadapkan risiko tinggi. Video viral ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya fasilitas jembatan yang memadai untuk keamanan masyarakat di kawasan rawan banjir seperti Desa Buanajaya.
Warga berharap pemerintah setempat dapat segera membangun jembatan agar proses pemakaman menjadi lebih aman dan nyaman. Dengan adanya jembatan, mereka tidak lagi harus menghadapi tantangan ekstrem saat melakukan ritual pemakaman.
