
BONDOWOSO, aiotrade
Banjir yang melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso pada hari Selasa (16/12/2025) meninggalkan jejak berupa lumpur, sampah, dan material basah. Bencana ini terjadi akibat aliran sungai dari Gunung Argopuro yang menghancurkan beberapa rumah warga.
Setelah banjir reda, masyarakat langsung melakukan pembersihan untuk mengembalikan kondisi lingkungan ke bentuk semula. Proses pembersihan tidak hanya dilakukan oleh warga tetapi juga dibantu oleh tim gabungan lintas sektor. Selain itu, warga juga bergotong royong membangun jembatan darurat karena jembatan utama mengalami kerusakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu warga, Sari, mengungkapkan bahwa ia dan tiga anaknya harus tidur di rumah kepala dusun karena lumpur yang masuk ke dalam rumahnya setinggi lutut. "Mau tidur di rumah gimana, lumpurnya saja setinggi lutut saya," ujar Sari.
Sementara itu, Faris, warga lainnya, terpaksa mencuci baju dan perabot rumah tangganya di sungai. Hal ini dilakukannya karena air di rumahnya sudah mati akibat pipa penghubung dari sumber air terbawa banjir. Untuk kebutuhan air bersih, ia harus membeli air mineral atau menimba air dari sumber yang berjarak lebih dari 3 KM.
Kepala Dusun Peh, Sunjoto, menjelaskan bahwa jembatan yang tersumbat sedang diperbaiki. Selama proses perbaikan, pihaknya membuat jembatan darurat. Ia juga menyampaikan bahwa pembersihan rumah warga terdampak masih berlangsung. Warga terdampak akan tetap tinggal di rumah mereka sambil menunggu proses pembersihan selesai.
"Masih di rumah saya, kan masalahnya belum bisa ditempati rumahnya," jelas Sunjoto.
Untuk masalah air bersih, Sunjoto menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengalirkan air dari daerah lain, yaitu Pakuniran. Hal ini dilakukan karena pipa air yang terbawa banjir tidak dapat digunakan lagi.
Bantuan dari BPBD dan Tagana Bondowoso juga telah diberikan kepada para korban banjir. Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik, Tugas Riski Bahana, bantuan yang diberikan sangat beragam. Di antaranya adalah paket sembako, terpal, peralatan makan, kasur lipat, kompor, serta paket lansia.
Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada pemilik rumah ambles di Kecamatan Tamanan. "Ada juga makanan siap saji, lauk pauk, dan tambahan gizi," tambah Tugas.
Sebelumnya, banjir terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 12.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, lima rumah terdampak banjir. Di kecamatan lain, seperti Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, jembatan retak akibat curah hujan tinggi.
Satu rumah di Kecamatan Tamanan juga ambles, dengan materialnya mengenai rumah lain di sisi kirinya. Di Desa Pujer Baru, Kecamatan Maesan, sekitar 5 hektare sawah terendam banjir. Namun, BPBD Bondowoso memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.