
Keluhan Masyarakat Palembang Terhadap Eskalator LRT Bandara yang Tidak Berfungsi
Masyarakat Kota Palembang kembali menyampaikan keluhan terkait kondisi eskalator Light Rail Transit (LRT) di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Fasilitas yang seharusnya memudahkan para pengguna dalam bertransit kini justru menjadi kendala, terutama bagi penumpang yang membawa barang bawaan banyak.
Akibat dari permasalahan ini, para pengguna LRT harus menggerakkan koper dan tas mereka sendiri secara manual saat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini dinilai sangat merepotkan, terutama bagi para orang tua yang harus menaiki tangga atau eskalator tanpa bantuan alat. Hal ini juga membuat beberapa penumpang merasa tidak nyaman, terutama ketika jumlah barang yang dibawa cukup banyak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa warga bahkan menyampaikan kekecewaan mereka melalui media sosial. Salah satu unggahan dari akun Instagram @oypalembang mengungkapkan bahwa matinya operasional LRT telah menjadi masalah yang sering terjadi. Pengguna mengeluhkan bahwa setiap kali menggunakan LRT, situasi serupa selalu terjadi. Mereka berharap pihak terkait dapat segera memperbaiki kondisi tersebut.
Tanggapan Warganet atas Masalah Ini
Unggahan tersebut mendapat respons yang cukup besar dari warganet. Banyak dari mereka yang meminta pemerintah dan pihak terkait untuk lebih peka terhadap kondisi ini. Beberapa komentar menunjukkan kekhawatiran terhadap penggunaan anggaran dan efisiensi biaya operasional.
“Lrt sepi mkn anggaran di irit”
“Iya kenapa ya gak di hidupi aja? Yg turunan jg ngeri bawa koper.”
“Tp gimana ya, mereka pasti efisiensi jg soal biaya operasional.”
“Nak hemat listrik tuh... Mangkonyo dipidemke...”
Selain itu, beberapa warganet juga menyampaikan kekecewaan terhadap pengelola bandara yang dianggap kurang responsif terhadap keluhan masyarakat. Beberapa dari mereka bahkan menyoroti bahwa eskalator yang rusak sudah lama dikeluhkan, namun belum ada tindakan yang signifikan.
“Ya allah la lamo nian mati ni.. lg bunting+byk bawaan, eskalator mati pulak.”
“Palembang kalo urusan transum agak kurang.”
“Fix sdh desember , hampir 1 thn tulisan lg dibeneri wkwkwk.”
“Bener nian,dak bener2 rusak nyo.”
Solusi yang Diharapkan
Banyak warga berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan pada fasilitas LRT tersebut. Beberapa dari mereka menyarankan agar pihak pengelola mempertimbangkan penggunaan tangga darurat sebagai alternatif jika eskalator terus mengalami gangguan.
“Bahaya juga kan ya, harusnya sedian tangga aja kalau sekiranya bakalan sering rusak.”
“Bagi anak muda dibawah 40 anggap aja fitnes ya. Tapi buat aki2.”
Masalah ini menunjukkan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap infrastruktur transportasi publik, terutama di tempat-tempat yang ramai seperti bandara. Dengan adanya perbaikan yang cepat dan efektif, pengguna akan merasa lebih nyaman dan aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.