
Masalah Listrik yang Mengganggu Nusa Penida
Selama sepekan terakhir, warga dan pelaku pariwisata di Nusa Penida, Bali, mengalami gangguan listrik yang seringkali terjadi berulang kali setiap hari. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pengunjung yang datang ke wilayah tersebut.
Gangguan listrik tersebut memiliki dampak yang luas, terutama pada sektor pariwisata. Banyak hotel dan vila kesulitan dalam melayani tamu karena alat pendingin ruangan (AC) dan jaringan WiFi tidak berfungsi dengan baik. Wisatawan juga mengeluh karena kenyamanan mereka terganggu akibat pemadaman listrik yang tidak terduga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di sisi lain, warga setempat juga merasa dirugikan. Beberapa alat elektronik rusak karena fluktuasi daya listrik yang tidak stabil. Hal ini memperparah rasa khawatir masyarakat terhadap kondisi listrik yang semakin tidak dapat diprediksi.
Salah satu pelaku pariwisata, Kadek Lem Tutuan, menyampaikan bahwa masalah ini sudah berlangsung selama sekitar seminggu. Ia mengatakan bahwa layanan PLN di Nusa Penida sangat tidak stabil. “Sudah seminggu listrik hidup-mati seperti orang minum obat. Kadang siang, kadang malam, dan bisa tiga kali dalam sehari,” keluhnya, Senin 20 Oktober 2025.
Menurutnya, kondisi ini membuat Nusa Penida kehilangan citra sebagai destinasi wisata yang nyaman. “Tamu jadi kecewa, AC mati, WiFi putus. Kita sudah sampaikan keluhan di media sosial, tapi belum ada tanggapan resmi dari PLN,” imbuhnya.
Penjelasan dari PLN Klungkung
Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Klungkung, I Gede Suwendra, menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan listrik adalah adanya kerusakan di sistem pembangkit PLTD Kutampi. Tiga mesin di lokasi tersebut mengalami kerusakan, sehingga daya listrik yang dihasilkan menurun secara drastis.
Akibat turunnya kapasitas daya, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban dengan cara pemadaman bergilir. Langkah ini diambil agar sistem tidak kolaps dan seluruh wilayah Nusa Penida tidak mengalami blackout total.
“Pemadaman dilakukan berdasarkan kebutuhan daya yang bisa dipenuhi. Kalau tidak diatur, bisa-bisa seluruh pulau padam,” jelasnya.
Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Sebagai solusi jangka pendek, PLN bersama PT Indonesia Power sedang menyiapkan tambahan genset untuk membantu suplai listrik sementara. Selain itu, pengiriman mesin pembangkit baru juga tengah diproses dan dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
“Kami berharap masyarakat bisa bersabar. Tim teknis masih bekerja di lapangan agar pasokan listrik kembali normal,” ungkap Suwendra.