Warga Lebakgedong Akan Demo ke BNPB Usai Pembangunan Huntap Dibatalkan

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Warga Lebakgedong Akan Demo ke BNPB Usai Pembangunan Huntap Dibatalkan
Warga Lebakgedong Akan Demo ke BNPB Usai Pembangunan Huntap Dibatalkan

Warga Huntara Lebakgedong Siap Demo ke Kantor BNPB

Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, sedang bersiap untuk menggelar aksi demonstrasi di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Aksi ini dilakukan karena warga merasa kecewa dengan pembangunan hunian tetap (huntap) yang selama enam tahun ditunggu-tunggu tidak jadi dibangun pada tahun ini.

Kabar bahwa pembangunan huntap tidak akan dilakukan pada tahun ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara. Sebanyak 221 kepala keluarga (KK) korban bencana di Lebakgedong hingga saat ini masih menempati huntara pasca bencana alam tahun 2020.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Zaenudin, seorang pemuda yang mewakili warga huntara, mengatakan bahwa rencana aksi demonstrasi di Kantor BNPB Pusat akan segera dilakukan. "Direncanakan secepatnya kami akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor BNPB Pusat," ujarnya kepada aiotrade.app, Minggu (26/10/2025).

Ia menyampaikan rasa kecewanya terhadap pengalihan tanggung jawab pembangunan huntap dari BNPB ke Kementerian Perumahan Rakyat. "BNPB secara mendadak mengalihkan rencana huntap. Kami sebenarnya sudah muak dengan pengalihan dan penundaan rencana huntap ini. Karena sudah enam tahun polanya sama, ditunda dan hanya janji-janji," tegas Zaenudin.

Ia menegaskan, warga Lebakgedong tidak bisa lagi menerima janji-janji dari para pemangku kebijakan. "Mau sampai kapan huntap untuk warga Lebakgedong yang hanya dibumbui dengan janji para pemangku kebijakan."

Aksi demonstrasi ini diharapkan dapat menjadi bentuk peringatan bagi pemerintah agar segera memberikan kepastian terkait pembangunan huntap. "Kami sudah muak dengan janji-janji. Makanya dalam waktu dekat kami akan menggeruduk Kantor BNPB Pusat, agar masyarakat mendapatkan kepastian," tegas Zaenudin.

Alasan Warga Kecewa

Beberapa alasan utama warga kecewa adalah:

  • Pengalihan tanggung jawab yang tidak jelas dan tanpa komunikasi yang baik antara BNPB dan pihak terkait lainnya.
  • Penundaan pembangunan yang terus-menerus berlangsung selama enam tahun tanpa ada tanda-tanda kepastian.
  • Janji-janji kosong yang tidak pernah diwujudkan, sehingga membuat warga merasa diperlakukan tidak adil.

Tuntutan Warga

Dalam aksi demonstrasi yang akan digelar, warga memiliki beberapa tuntutan, antara lain:

  • Tuntutan kejelasan tentang rencana pembangunan huntap dan siapa yang bertanggung jawab.
  • Permintaan transparansi dalam pengelolaan dana serta proses pembangunan.
  • Harapan agar pemerintah segera memenuhi janji yang telah diberikan.

Komentar dari Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat setempat juga turut menyampaikan dukungan terhadap aksi warga. Mereka menilai bahwa warga berhak mendapatkan keadilan dan perlindungan dari pemerintah. "Kita harus melihat bahwa warga Lebakgedong adalah korban bencana yang berhak mendapatkan perlakuan yang layak," ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kesimpulan

Aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh warga Lebakgedong merupakan bentuk kekecewaan terhadap pengalihan dan penundaan pembangunan huntap. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memberikan kepastian dan solusi terhadap masalah mereka. Dengan harapan bahwa aksi ini dapat membuka pintu komunikasi yang lebih baik antara warga dan pemerintah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan