Warga Lebakgedong Tertipu Janji Pembangunan Huntap 2025

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 36x dilihat
Warga Lebakgedong Tertipu Janji Pembangunan Huntap 2025
Warga Lebakgedong Tertipu Janji Pembangunan Huntap 2025

Rencana Pembangunan Hunian Tetap di Lebakgedong Kembali Gagal Terealisasi

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana alam tahun 2020 di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, kembali gagal terealisasi pada tahun 2025. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, saat dikonfirmasi.

Sebanyak 221 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana masih tinggal di hunian sementara (huntara) yang dibangun enam tahun lalu. Menurut Lingga, pembangunan huntap tidak jadi dilakukan pada tahun ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ya, pembangunan rumah atau huntap-nya tidak jadi dilakukan tahun ini, ujar Lingga melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengikuti rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membahas rencana pembangunan huntap tersebut. Pada rapat tersebut, diputuskan bahwa BNPB akan membangun huntap pada bulan September. Saat itu, pihak DPKPP sangat senang karena ada kepastian akan dibangun.

Namun, setelah rapat tersebut, keputusan tiba-tiba berubah. Setelah pulang ke Rangkasbitung, Wakil Bupati langsung mengunjungi lokasi huntara dan menyampaikan kabar baik tersebut ke warga. Namun, pada tanggal 1 Oktober, muncul informasi bahwa pembangunan dialihkan ke Kementerian Perumahan Rakyat. Akibatnya, proses pembangunan harus menunggu anggaran tahun 2026.

Lingga menambahkan bahwa pihaknya sudah kembali menjalin komunikasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk memperjuangkan usulan pembangunan huntap bagi warga Lebakgedong. Ia juga melaporkan hal ini kepada Bupati.

Sudah kami komunikasikan lagi, bahkan saya langsung melaporkan ke Pak Bupati. Usulan sudah masuk, tinggal menunggu rapat lanjutan, jelasnya.

Pengerasan Akses Jalan Menuju Lokasi Huntap

Selain pembangunan huntap, pengerasan akses jalan menuju lokasi huntap juga menjadi perhatian. Lingga menyebutkan bahwa pengerasan jalan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2025.

Kalau untuk pengerasan jalan, itu program dari provinsi dan rencananya dilaksanakan tahun ini, pungkasnya.

Masalah dan Tantangan yang Dihadapi

Warga korban bencana alam masih kesulitan dalam menempati hunian tetap yang layak. Mereka terpaksa tinggal di hunian sementara selama enam tahun. Hal ini menimbulkan berbagai tantangan, seperti ketidaknyamanan dan risiko kesehatan akibat kondisi hunian yang kurang layak.

Selain itu, perubahan kebijakan pembangunan huntap dari BNPB ke Kementerian Perumahan Rakyat menyebabkan ketidakpastian dalam proses pembangunan. Warga kini harus menunggu hingga anggaran tahun 2026 agar pembangunan bisa dimulai.

Upaya yang Dilakukan Pemerintah Daerah

Meski ada kendala, pemerintah daerah tetap berupaya keras untuk mempercepat pembangunan huntap. DPKPP telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Perumahan Rakyat. Selain itu, usulan pembangunan huntap juga telah diajukan ke Bupati untuk mendapatkan persetujuan.

Selain itu, pengerasan jalan menuju lokasi huntap juga menjadi prioritas. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memudahkan warga dalam mengakses hunian tetap yang akan dibangun.

Harapan Warga

Warga korban bencana sangat berharap agar pembangunan huntap segera terealisasi. Mereka ingin memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Selain itu, mereka juga berharap pengerasan jalan dapat segera dilaksanakan agar akses ke lokasi huntap lebih mudah.

Dengan adanya upaya pemerintah daerah dan komunikasi yang intensif dengan pihak terkait, diharapkan pembangunan huntap dapat segera dilakukan tanpa lagi mengalami penundaan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan