Warga Lubuk Pakam Kritik Kinerja Dishub Deli Serdang dalam Pengaturan Lalu Lintas

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Warga Lubuk Pakam Kritik Kinerja Dishub Deli Serdang dalam Pengaturan Lalu Lintas
Warga Lubuk Pakam Kritik Kinerja Dishub Deli Serdang dalam Pengaturan Lalu Lintas

Penurunan Aktivitas Petugas Dishub Deli Serdang dalam Pengawasan Lalu Lintas

Di wilayah Lubuk Pakam, masyarakat mulai merasa khawatir terhadap penurunan aktivitas petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Deli Serdang dalam mengatur lalu lintas di Jalan Diponegoro. Mereka menyatakan bahwa sebelumnya, personel Dishub lebih aktif dan hadir di lapangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Namun, saat ini, pengawasan dinilai semakin longgar.

Adenan, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa dulu petugas Dishub sering berada di sekitar lapak pedagang sambil melakukan pengawasan. Namun, setelah pedagang dilarang berjualan di jalan raya, keberadaan petugas cenderung lebih jarang. Mereka kini lebih sering duduk di parkiran masjid, yang membuat pengawasan menjadi kurang optimal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejak 19 Juni 2025, Jalan Diponegoro Lubuk Pakam diberlakukan sistem satu arah. Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di pusat kota. Dengan sistem tersebut, kendaraan dari arah Jalan Diponegoro tidak lagi diperbolehkan melintas lurus menuju Jalan Sutomo atau berbelok ke Jalan Imam Bonjol.

Meskipun aturan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas, namun berdasarkan pantauan dan keluhan warga, pengawasan di lapangan masih terasa longgar. Banyak pengendara yang tetap melanggar aturan karena tidak ada petugas yang berjaga di titik rawan pelanggaran.

Warga berharap agar Dishub Deli Serdang meningkatkan kedisiplinan personel dalam melaksanakan tugas pengawasan. Hal ini penting agar tujuan dari rekayasa lalu lintas yang dibuat tidak sia-sia.

“Kalau petugasnya gak di tempat, ya percuma saja diberlakukan satu arah. Masih banyak yang nekat lawan arah,” imbuh Adenan.

Tantangan dalam Penerapan Sistem Satu Arah

Penerapan sistem satu arah di Jalan Diponegoro Lubuk Pakam memberikan beberapa tantangan. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Meskipun aturan telah diberlakukan, masih banyak pengemudi yang tidak mematuhi, terutama di titik-titik yang tidak dijaga oleh petugas.

Selain itu, keberadaan petugas di lokasi yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan sistem ini. Tanpa pengawasan yang intensif, aturan akan sulit ditegakkan. Warga juga menyarankan agar Dishub Deli Serdang melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat agar mereka memahami pentingnya aturan lalu lintas ini.

Langkah yang Diharapkan oleh Warga

Warga setempat berharap agar pihak Dishub Deli Serdang dapat memperkuat pengawasan dan memberikan sanksi tegas bagi pengendara yang melanggar aturan. Selain itu, mereka juga berharap adanya koordinasi antara Dishub dengan aparat kepolisian untuk memastikan kepatuhan masyarakat terhadap sistem satu arah.

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Peningkatan jumlah petugas di titik-titik rawan pelanggaran.
  • Penguatan pengawasan melalui patroli rutin.
  • Pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan pelanggaran lalu lintas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem satu arah di Jalan Diponegoro Lubuk Pakam dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan