
Warga Luwu Hilang Saat Memantau Kebun di Pegunungan
Seorang warga asal Desa Lamasi Hulu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bernama Sondakh (40 tahun) dilaporkan hilang sejak Kamis (6/11/2025). Ia pergi ke kebunnya yang berada di kawasan pegunungan. Hingga Jumat (7/11/2025) sore, tim gabungan dari SAR Palopo, BPBD Luwu, aparat desa, dan warga setempat masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Koordinator Unit Siaga SAR Palopo, Rifman, menjelaskan bahwa laporan mengenai hilangnya Sondakh pertama kali diterima dari Kepala Bidang BPBD Kabupaten Luwu pada Kamis siang. Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya segera menindaklanjuti dengan menurunkan personel ke lokasi.
“Setelah mendapat arahan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, kami langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian. Hingga sore ini, tim SAR gabungan masih bekerja di lapangan,” ujar Rifman saat dikonfirmasi pada Jumat sore.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan warga sekitar, Sondakh diketahui berangkat menuju kebunnya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Ia berjalan kaki melewati jalur setapak yang dikelilingi hutan lebat di daerah pegunungan Parembonan, dengan jarak kebun sekitar 3 kilometer dari pemukiman warga.
Jalur tersebut memiliki kontur menanjak dan licin saat musim hujan. “Biasanya, Sondakh hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk kembali ke rumah. Namun, hingga malam tiba, ia belum juga kembali, sehingga keluarga mulai khawatir dan melapor ke aparat desa,” kata Rifman.
Cuaca Buruk Hambat Pencarian
Pencarian oleh warga awalnya dilakukan secara mandiri pada Kamis malam, namun terkendala oleh kondisi medan yang sulit dan minim penerangan. Pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan dukungan dari tim SAR Palopo dan BPBD Luwu.
“Pencarian difokuskan pada jalur yang biasa dilalui korban menuju kebunnya. Tim gabungan juga membentuk beberapa kelompok kecil untuk menyisir lembah dan aliran sungai di sekitar kawasan tersebut,” tuturnya.
Rifman menambahkan bahwa medan di sekitar lokasi cukup berat, terdiri dari hutan pegunungan dengan banyak jurang dan semak lebat. Cuaca juga tidak mendukung karena hujan turun sejak siang hingga sore.
“Operasi pencarian sementara dihentikan saat malam hari karena jarak pandang terbatas dan risiko keselamatan anggota di lapangan,” katanya.
Rencana Pencarian Lanjutan
Pencarian akan dilanjutkan pada Sabtu (8/11/2025) pagi dengan memperluas area penyisiran. “Semoga cuaca besok lebih baik dan korban bisa segera ditemukan. Semua pihak yang terlibat di lapangan masih berkoordinasi untuk mempercepat pencarian,” harap Rifman.
Tim SAR dan BPBD tetap berupaya maksimal dalam mencari Sondakh. Mereka menggunakan berbagai metode seperti penyisiran wilayah, pemeriksaan jalur-jalur yang biasa dilalui, serta penggunaan alat bantu seperti senter dan perahu jika diperlukan.
Masyarakat setempat juga terus memberikan dukungan dengan membantu mencari korban. Diharapkan keberadaan Sondakh dapat segera diketahui agar keluarga dapat merasa tenang dan bisa segera melakukan langkah-langkah selanjutnya.
Dengan bantuan semua pihak, upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. Semoga keadaan korban baik-baik saja dan segera pulang ke rumah.