Warga Pengungsi Batangtoru Mulai Sakit, Krisis Air Bersih Memperburuk Kondisi

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Warga Pengungsi Batangtoru Mulai Sakit, Krisis Air Bersih Memperburuk Kondisi
Warga Pengungsi Batangtoru Mulai Sakit, Krisis Air Bersih Memperburuk Kondisi

Penderitaan Korban Banjir dan Longsor di Batangtoru

Penderitaan yang dialami oleh para korban banjir dan longsor di wilayah Batangtoru masih terus berlangsung. Setelah hampir tiga pekan mengungsi, kondisi pengungsi semakin memprihatinkan. Banyak dari mereka mulai terserang penyakit setelah 21 hari tinggal di posko pengungsian.

Kondisi kesehatan warga semakin diperparah oleh krisis air bersih. Kehadiran penyakit menular seperti batuk-batuk, demam, dan pilek membuat situasi semakin memburuk. Hal ini juga dilaporkan terjadi di beberapa posko pengungsian, termasuk di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejumlah prajurit TNI dan petugas berseragam PNS telah ditempatkan untuk membantu melayani kebutuhan pengungsi. Mereka memberikan layanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan tekanan darah, pemberian obat-obatan, dan pengobatan umum. Foto-foto yang ditunjukkan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menunjukkan bahwa personel medis TNI aktif bekerja di posko pengungsian.

Di Posko Pengungsian Kantor Camat Batangtoru, tampak sejumlah prajurit TNI dengan ban lengan bertanda palang merah sedang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga. Di atas meja terdapat sejumlah kotak obat-obatan yang disiapkan untuk keperluan pengungsi.

Situasi di Posko Pengungsian

Di Posko Pengungsian Desa Batu Hula, banyak warga terlihat mengalami gejala batuk-batuk. Penyakit tersebut dilaporkan sudah berlangsung selama sepekan belakangan. Selain itu, ada juga warga yang mengalami demam dan pilek. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan karena tidak adanya akses yang cukup terhadap fasilitas kesehatan yang memadai.

Hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak hari Minggu. Intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga deras. Pantauan Tribun Medan menunjukkan bahwa hujan terjadi secara merata dan tak kunjung berhenti dari pagi hingga malam hari selama tiga hari belakangan. Akibatnya, posko pengungsian di Gor Pandan, Kabupaten Tapteng yang sebelumnya mulai berkurang jumlah pengungsi, kini kembali ramai.

Banyak warga dari Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri kembali datang ke posko pengungsian. Salah satu warga, Baqila Sitompul, mengaku terpaksa kembali ke posko karena trauma akan banjir yang bisa terjadi kembali. Ia menyebutkan bahwa rumahnya sudah mulai bersih, tetapi ia lebih aman jika mengungsi.

Trauma dan Ketakutan Warga

Trauma terhadap bencana banjir dan longsor masih menyelimuti warga. Porman Hutagalung, warga Desa Lopian Kecamatan Badiri, mengatakan bahwa ia memilih bermalam di posko karena takut rumahnya kembali terendam banjir. Ia juga menyebutkan bahwa jalan menuju rumahnya tertutup longsoran tanah, sehingga ia memutuskan untuk menghindari risiko tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia melihat langsung tetangganya tertimpa longsor. Jalan menuju rumahnya memiliki beberapa titik longsor, sehingga ia merasa lebih aman untuk tetap tinggal di posko pengungsian.

Peringatan BMKG

Berdasarkan data dari BMKG Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah akan diguyur hujan deras dan lebat di siang hingga sore hari ini. Suhu udara mencapai 18-29 derajat celcius, dengan kecepatan angin mencapai 3 km per jam. BMKG juga memberikan peringatan dini terkait hujan yang bisa mencapai intensitas ringan hingga sangat lebat.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terkena dampak bencana yang bisa terjadi kembali.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan