
Warga Jalan Perintis Permai Beri Pesan dengan Tanam Pohon Pisang
Warga di Jalan Perintis Permai, Kota Palangka Raya, memiliki cara unik untuk menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi jalan yang rusak. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap ketidaktegasan pemerintah kota dalam memperbaiki infrastruktur yang sudah lama rusak.
Pada Minggu (9/11/2025) pagi, warga menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang dan belum pernah diaspal. Tindakan ini dilakukan setelah sekian lama tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Dari pantauan, kondisi jalan di kawasan Perumahan Perintis Permai masih berupa tanah berpasir hitam dengan beberapa genangan air. Namun, keesokan harinya, pohon pisang yang ditanam warga telah dicabut sendiri setelah mendapat respons cepat dari pemerintah kota.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua RT 05 Jalan Perintis Permai, Supriyanto, menjelaskan bahwa aksi penanaman pohon pisang muncul karena kekecewaan warga terhadap ketidakterlibatan pemerintah dalam memperbaiki jalan yang sudah rusak sejak 2019. “Ini sebenarnya bentuk kekecewaan warga. Selama lima tahun gak ada perbaikan, padahal posisi kami di tengah kota. Jalan di tempat lain sudah bagus, di sini masih rusak,” ujarnya.
Menurut Supriyanto, warga telah beberapa kali berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya dengan menimbun lubang melalui gotong royong. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama karena hujan kerap mengguyur kawasan tersebut. “Pernah kami timbun bareng-bareng pakai tanah, tapi gak tahan lama, hujan sedikit aja udah rusak lagi,” katanya.
Tidak lama setelah aksi penanaman pohon pisang, pemerintah kota langsung merespons. Sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (9/11/2025), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) bersama pihak kelurahan dan kecamatan turun ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan. “Alhamdulillah sore itu langsung ada dari Perkim, Pak Lurah, dan Pak Camat datang. Kami juga sempat rapat di kelurahan, katanya jalan ini sudah masuk rencana perbaikan 2026,” jelasnya.
Meski begitu, warga tetap berharap perbaikan bisa dilakukan lebih cepat. “Kalau bisa jangan sampai nunggu 2026, karena setiap hujan pasti makin parah. Tapi yang penting sekarang udah ada perhatian,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa pemerintah kota telah mencatat semua aspirasi masyarakat, termasuk keluhan terkait jalan lingkungan yang belum tersentuh pembangunan. Ia menyebut, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama beberapa proyek belum bisa dikerjakan secara bersamaan.
“Setiap keluhan warga pasti kami tampung. Tapi semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya, usai Upacara Hari Pahlawan di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (10/11/2025).
Zaini menjelaskan, Pemko saat ini tengah menata anggaran agar pembangunan berjalan lebih efektif dan merata di seluruh wilayah. “Pak Wali memang fokus beberapa tahun ke depan untuk penyelesaian infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase. Jadi mohon kesabaran masyarakat, karena semua sudah didata oleh dinas terkait, khususnya Dinas PUPR dan Perkim. Mudah-mudahan di 2026 nanti bisa direalisasikan secara bertahap,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa jalan di kawasan Perintis Permai telah masuk dalam rencana pembangunan 2026, dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Yang penting sekarang sudah tercatat dan jadi bagian dari rencana pembangunan. Kami pastikan direalisasikan secara bertahap,” jelasnya.
Zaini mengapresiasi langkah warga yang menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tetap peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kami berterima kasih kepada warga yang menyampaikan keluhan dengan cara baik. Ini bentuk kepedulian yang tentu menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Reaksi Masyarakat dan Harapan ke Depan
Aksi warga Jalan Perintis Permai ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Meskipun awalnya menggunakan cara yang tidak biasa, hasilnya cukup memuaskan. Warga merasa diperhatikan dan pemerintah kota memberikan respons yang cepat.
Namun, meski jalan tersebut sudah masuk dalam rencana perbaikan 2026, warga tetap berharap proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang semakin parah akibat curah hujan yang tinggi.
Selain itu, warga juga berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam menangani masalah infrastruktur di wilayah mereka. Dengan adanya rencana perbaikan, diharapkan masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Berikut adalah beberapa poin penting yang muncul dari aksi warga:
- Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki.
- Aksi ini dilakukan setelah lama tidak ada respons dari pemerintah kota.
- Setelah aksi tersebut, pemerintah kota langsung merespons dan meninjau lokasi.
- Jalan Perintis Permai telah masuk dalam rencana perbaikan 2026.
- Warga tetap berharap perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.
- Wakil Wali Kota Palangka Raya mengapresiasi cara warga menyampaikan aspirasi.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam menyampaikan keluhan secara damai dan efektif.