
Unjuk Rasa Warga Cibogo Minta Prioritas Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal
Ratusan warga dari Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, melakukan aksi unjuk rasa di dekat kawasan pabrik kendaraan listrik asal Vietnam pada Selasa, 16 Desember 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tidak memprioritaskan warga setempat.
”Warga Cibogo dengan SDM (sumber daya manusia) kami, juga layak bekerja di sini. Kami menuntut keadilan dan keberpihakan kepada warga sekitar,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya di atas mobil komando.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi yang dimulai pada pukul 9.00 pagi tersebut mendapat respons cepat dari pihak perusahaan. Perwakilan massa pengunjuk rasa diajak untuk berdialog mengenai tuntutan mereka. Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan sepakat untuk memprioritaskan warga setempat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Setelah berdiskusi selama beberapa jam, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00 siang. Unjuk rasa ini terjadi sehari setelah peresmian pabrik oleh Bupati Subang hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Chief Executive Officer (CEO) Vinfast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan bahwa pabrik di Subang saat ini baru menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Namun, ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan memprioritaskan tenaga kerja asal Subang untuk bekerja di pabrik tersebut.
”Subang memang menjadi tugas kami untuk prioritas tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih, tentunya harus memenuhi standar Vinfast,” kata Kariyanto dalam konferensi pers seusai peresmian.
Untuk tahap awal, pengoperasian pabrik masih berskala kecil dengan target produksi sebanyak 50.000 unit per tahun. Skala produksi akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 350.000 unit per tahun, seiring dengan pengembangan pabrik di lahan seluas 171 hektare. Setelah kapasitas produksi ditingkatkan secara maksimal, pihak perusahaan memastikan pabriknya dapat menyerap tenaga kerja hingga 15.000-20.000 orang.
Dorongan dari Bupati Subang
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendorong pabrik untuk menambah komposisi pekerja lokal hingga lebih dari 70%. Ia menjelaskan bahwa saat ini sedang digodok dengan Dinas Tenaga Kerja, karena ada yang memang bisa ambil (pekerja) dari Subang, ada yang tidak.
”Seperti ada yang spesifikasi khusus, itu memang mereka harus punya keahlian khusus. Tapi, yang sifatnya tidak perlu keahlian khusus, bisa mengisi di sini,” jelas Bupati.
Pengalaman Pekerja Lokal
Salah seorang pekerja di bagian akhir produksi (finishing), Agung (32), mengaku senang dapat bekerja di dekat tempat tinggalnya, di Lembur Pabuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Sebelumnya, dia sempat bekerja di pabrik sparepart otomotif di Bekasi.
”Saya masukkan lamaran online (bursa tenaga kerja daring) jadi tidak dipungut biaya (seperti lewat perantara). Saya sudah bekerja di sini empat hari. Senang, karena tidak jauh dari rumah dan keluarga. Perjalanan hanya sekitar 20 menit dari rumah ke tempat kerja,” ujarnya.