
Komplotan Curanmor di Gresik Ditangkap, Gunakan Modus Berbahaya
Di wilayah Gresik, sebuah komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gresik. Para pelaku menggunakan modus yang sangat berbahaya dan mempergunakan senjata api jenis airsoft gun. Selain itu, mereka juga sering menyamar sebagai wartawan dan pengemudi ojek online untuk mengelabui korban.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Empat tersangka yang berhasil diringkus adalah Topan Rifqi (25), Rizqi Pratama (25), Jamaluddin (36), dan Roby Fanani (29). Semua pelaku merupakan warga asal Madura yang tinggal di Surabaya.
Penangkapan terjadi secara dramatis. Dua dari empat tersangka harus dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki setelah melakukan perlawanan dan mencoba mengeluarkan senjata saat petugas hendak menangkapnya.
Kepala Unit Resmob Polres Gresik, Ipda Andik Muh Asyraf Gunawan, menjelaskan bahwa tindakan tegas terukur dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas di lapangan.
“Pelaku melawan saat penangkapan dan mencoba mengeluarkan airsoft gun. Kami lakukan tindakan tegas terukur karena membahayakan,” ujar Asyraf, Selasa (16/12).
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini telah beraksi di sedikitnya lima lokasi berbeda di wilayah Gresik dan sekitarnya. Dalam waktu empat pekan terakhir, mereka berhasil membawa kabur sedikitnya sepuluh unit sepeda motor.
Setiap kali beraksi, para pelaku selalu bekerja sama dan menargetkan lebih dari satu kendaraan. Mereka juga menggunakan helm penutup wajah untuk menghindari identifikasi.
“Dalam satu aksi, mereka biasanya mengincar dua sepeda motor sekaligus,” tambah Asyraf.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua pucuk airsoft gun jenis Glock 19 dan Makarov lengkap dengan peluru gotri, serta seperangkat alat khusus untuk membobol kendaraan.
Tidak hanya itu, petugas juga menemukan jaket ojek online dan kartu identitas wartawan yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menyaru dan mengelabui situasi sekitar saat beraksi.
“Modus penyamaran ini digunakan untuk mengecoh korban dan menghindari kecurigaan warga. Saat ini masih kami kembangkan karena ada indikasi pelaku beraksi lintas wilayah, mulai dari Surabaya hingga Lamongan,” jelasnya.
Polisi menegaskan bahwa pengembangan kasus akan terus dilakukan guna membongkar jaringan penadah dan kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain.