Warung Makan Epy Kusnandar di Pasar Minggu Digeruduk Preman, Istri Menangis, Ini Tanggapan Polisi

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Warung Makan Epy Kusnandar di Pasar Minggu Digeruduk Preman, Istri Menangis, Ini Tanggapan Polisi
Warung Makan Epy Kusnandar di Pasar Minggu Digeruduk Preman, Istri Menangis, Ini Tanggapan Polisi

Tangis Istri Epy Kusnandar Saat Warung Makannya Dipalak Preman


Tangis Karina Ranau, istri dari aktor ternama Indonesia, Epy Kusnandar, pecah saat warung makan miliknya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dipalak oleh preman. Kejadian ini menimbulkan rasa kecewa dan kesedihan yang mendalam bagi Karina, yang sebelumnya telah berjuang keras dalam menjalankan usaha kuliner.

Warung makan Jukut Goreng Samali yang dimiliki oleh Karina terletak di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan. Dalam sebuah video yang diunggah oleh Karina di akun Instagramnya, ia bercerita tentang pengalamannya saat menghadapi tindakan tidak menyenangkan tersebut. Caption pada unggahan tersebut berbunyi, "Ya Allah baru aja beberapa Langkah Perjalanan Kami baru menghitung Hari di @jukutgorengsamali."

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Karina mengeluhkan bahwa dirinya merasa lelah setelah menjalani proses pembukaan usaha. Terlebih, ia sudah membayar sewa kios meskipun usaha tersebut baru saja dibuka beberapa hari lalu. Ia juga menyebutkan bahwa pihak yang diduga sebagai rekan pelaku memiliki CCTV di lokasi tersebut.

"Baru beberapa hari kita sudah digangguin, temennya tadi ada CCTV nanti," kata Karina sambil memperlihatkan ekspresi wajahnya yang sedih.

Saat itu, seorang karyawan Karina bertanya kepada pria yang diduga merupakan rekan dari pelaku. "Kenapa mintanya begitu?" tanya karyawan tersebut. Pria itu menjawab dengan nada yang tidak jelas, "Memang, ngomongnya gimana?".

Meski suara Karina tidak terdengar jelas, ia menyoroti bagaimana preman tersebut memalak makanan yang dijual di warung makan miliknya. "Caranya tidak seperti itu kami bukan numpang disini, capek sampai pagi," ujarnya.

Permintaan untuk Menemui Pelaku

Karina meminta pria tersebut untuk menemui kembali pelaku. Ia juga meminta agar pelaku dapat dipertemukan dengan Ketua RW, serta pihak kepolisian. "Kita juga ingin tenang di sini. Hitungan hari di sini sudah digangguin," kata Karina.

Pria tersebut menjawab, "Ya sudah nanti kita bilangin." Namun, tangis Karina pun pecah. Ia terkejut karena warung makanannya dipalak oleh preman. "Caranya ga suka kayak gini. Ada di CCTV preman yang sopan dong, orang baru berjuang baru berusaha udah digangguin, jangan mentang preman, sini hadapin saya," katanya sambil menyeka air matanya.

Karyawan Karina mencoba menenangkannya dengan berkata, "Sudah, sudah." Namun, Karina tetap menegaskan, "Cara mereka itu enggak suka. Kita di sini bukan numpang, bayar," katanya.

Respons dari Pihak Kepolisian

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengatakan bahwa pihaknya sudah memonitor kejadian tersebut. Ia juga meminta pihak yang merasa dirugikan untuk segera membuat laporan polisi (LP). "Sudah monitor, yang ada di IG belum ada yang datang ke Polsek. Diimbau yang merasa dirugikan supaya datang dan melaporkan ke Polsek," ujar Anggiat.

Profil Epy Kusnandar

Epy Kusnandar adalah seorang aktor asal Indonesia yang lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Ia memulai karier di dunia seni peran sejak tahun 1996, dengan peran pertamanya dalam sinetron "Kakak 7 Ponakan". Selama kariernya, Epy telah tampil dalam banyak judul film dan serial televisi.

Beberapa waktu lalu, Epy sempat menderita tumor otak yang berbahaya. Pada masa itu, ia dikabarkan hanya memiliki waktu hidup selama empat bulan. Namun, hal tersebut ternyata tidak benar. Berdasarkan informasi dari istri Epy, Karina, ia berhasil sembuh setelah mengonsumsi sarang semut.


Menurut Karina, saat itu dirinya tidak mengira bahwa penyakit yang diderita Epy sangat parah. Awalnya, Epy hanya mengeluh sakit ringan, lalu minum obat dan membaik. Namun, kondisi penyakitnya justru semakin memburuk dari hari ke hari. Suatu hari, Epy bahkan tak sadarkan diri saat sedang menyetir.

Setelah menjalani pemeriksaan CT scan, dokter menemukan adanya tumor di otak Epy. Ia harus menjalani operasi, namun Epy dan Karina memilih pengobatan alternatif tanpa operasi. Mereka memilih menggunakan herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut.

Keputusan ini akhirnya membawa hasil yang positif, sehingga Epy bisa melanjutkan hidupnya dengan lebih baik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan