Waskita Karya Bangun Kawasan DPR di IKN, Nilai Kontrak Rp1,84 Triliun

admin.aiotrade 07 Des 2025 2 menit 23x dilihat
Waskita Karya Bangun Kawasan DPR di IKN, Nilai Kontrak Rp1,84 Triliun


PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali mendapatkan proyek besar di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek ini berupa pembangunan Gedung dan Kawasan Lembaga DPR RI di IKN dengan nilai kontrak sebesar Rp1,84 triliun. Penandatanganan kontrak dilakukan di Kantor Kemenko 4 IKN dan dihadiri langsung oleh Ketua Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono.

Proyek yang akan dikerjakan oleh Waskita Karya ini direncanakan selesai dalam waktu dua tahun, sehingga diharapkan selesai pada akhir 2027. Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, bersama Direktur Operasi I, Ari Asmoko, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk menyediakan ruang kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lembaga legislatif. Gedung DPR yang seluas kurang lebih 85.903 meter persegi (m2) akan menjadi pusat pembuat kebijakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Diharapkan, bangunan tersebut dapat memudahkan para ASN dan anggota DPR dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ari dalam keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).

Waskita Karya akan mengerjakan beberapa bagian dari proyek ini, termasuk Gedung DPR A, B1, dan C1. Selain itu, juga akan dibangun Jalan Kawasan Blok DPR I, Pedestrian & Cyclists Entrance, fasilitas olahraga, serta landscape Kawasan Blok DPR I.

Berbeda dengan gedung DPR di Jakarta, kantor legislatif di IKN ini dibangun menggunakan konsep green building dengan desain Breathing Facade. Fasadnya mengedepankan Wastra Nusantara serta Pilotis dan Serambi.

Wastra Nusantara merupakan seni kain tradisional yang diwariskan oleh keanekaragaman budaya Indonesia, sehingga setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing. Hal itu ditampilkan dengan komposisi garis vertikal, horizontal, dan diagonal pada desain gedung,” jelas Ari.

Lebih lanjut, Ari menambahkan bahwa sebagian besar jendela pada fasad dirancang operasional dan fleksibel, guna mengatur aliran udara alami sesuai kebutuhan kenyamanan termal. Melalui pendekatan ini, dilakukan peningkatan ventilasi dan efisiensi energi, sehingga bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta adaptif terhadap perubahan cuaca maupun orientasi bangunan.

Sesuai konsep forest city dalam pembangunan IKN, bangunan dan kawasan DPR ini pun mengedepankan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tidak hanya dikelilingi pepohonan, rencananya pada setiap lantai juga akan dilengkapi dengan berbagai tumbuhan.

“Waskita Karya berkomitmen menyelesaikannya secara tepat waktu dan tetap memperhatikan mutu,” ungkap Ari.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan