
Perluasan Portofolio Proyek Sumber Daya Air
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kembali memperluas portofolio pengerjaan proyek sumber daya air (SDA). Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III, perusahaan konstruksi pelat merah ini dipercaya menggarap sejumlah proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah Indonesia dengan total nilai kontrak sebesar Rp 282,6 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proyek yang dikerjakan tersebar di beberapa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), antara lain BBWS Cimanuk Cisanggarung, Sumatera II, Sumatera VIII, Nusa Tenggara II, Kalimantan IV, hingga BBWS Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan. Selain itu, Waskita Karya juga menangani peningkatan dan rehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III di Provinsi Banten. Seluruh pekerjaan dijadwalkan rampung pada akhir 2025.
Proyek Terbesar di BBWS Cimanuk Cisanggarung
Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto menjelaskan bahwa proyek terbesar berada di wilayah BBWS Cimanuk Cisanggarung. Proyek ini mencakup rehabilitasi 21 Daerah Irigasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Area tersebut meliputi delapan daerah irigasi di Garut, empat di Indramayu, tiga di Kuningan, lima di Cirebon, dan satu di Brebes.
Dhetik menyampaikan bahwa Waskita Karya akan mengoptimalisasi lahan bukan rawa agar lebih produktif melalui penataan lahan dan sistem pengairan. Sawah yang sudah ada dapat ditingkatkan indeks penanamannya.
Langkah-Langkah Optimalisasi
Optimalisasi tersebut mencakup beberapa langkah seperti konservasi tanah dan air, pembangunan jaringan irigasi dan drainase tingkat usaha tani, rehabilitasi pintu air serta bangunan penampung, pemasangan unit pompa berstandar SNI, hingga persiapan dan pengolahan lahan.
Di BBWS Sumatera VIII, Waskita Karya menangani dua daerah irigasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Selain normalisasi saluran, perusahaan juga akan memasang batu bronjong untuk memperkuat struktur jaringan irigasi.
Dukungan untuk Swasembada Pangan
Dhetik menjelaskan bahwa seluruh proyek irigasi ini berperan langsung dalam mendukung target swasembada pangan pemerintah. Inpres Nomor 02 Tahun 2025 menekankan percepatan peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan yang selama ini kurang produktif akibat keterbatasan irigasi.
Ia menambahkan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi akan menjamin suplai air sepanjang tahun sehingga masa tanam bisa dilakukan lebih dari sekali. Sebagai BUMN konstruksi yang telah beroperasi selama 65 tahun, Waskita Karya memastikan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Pembangunan proyek yang memiliki multiplier effect menjadi prioritas bagi kami,” kata Dhetik.
Proyek SDA Lainnya
Selain proyek irigasi tersebut, Waskita Karya sepanjang tahun juga mengerjakan sejumlah proyek SDA lainnya, antara lain Jaringan Utama DI Kewenangan Daerah di Sumatera Selatan, DI Komering Sub DI Lempuing Paket 1, Rehabilitasi Jaringan Utama DI Banten, serta Paket Pekerjaan Konstruksi Karian Dam–Serpong Conveyance System (KSCS) Package I.
Riwayat Proyek SDA
Dalam periode 2015–2025, Waskita Karya telah mengerjakan 28 bendungan dan 22 proyek irigasi, di antaranya Bendungan Temef di NTT, Tapin di Kalimantan Selatan, Way Sekampung di Lampung, Leuwikeris di Jawa Barat, Margatiga di Lampung, dan Irigasi Rentang di Jawa Barat.