
Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi oleh Waskita Karya
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengumumkan sejumlah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan dan merehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah. Proyek ini dilaksanakan sesuai dengan Inpres Nomor 02 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya pengembangan sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, menjelaskan bahwa program ini memiliki manfaat signifikan dalam mempercepat peningkatan produksi pangan. Hal ini karena adanya optimalisasi lahan yang selama ini tidak produktif akibat masalah pada jaringan irigasi.
Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Proyek rehabilitasi senilai Rp 282,6 miliar akan dilakukan di beberapa BBWS (Bendungan dan Wilayah Sungai), antara lain BBWS Cimanuk Cisanggarung, Sumatera II, Sumatera VIII, Nusa Tenggara II, Kalimantan IV, hingga BBWS Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan. Selain itu, Waskita Karya juga akan meningkatkan dan merehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III di Provinsi Banten. Target pengerjaan beberapa jaringan irigasi adalah rampung pada akhir 2025.
Dalam rinciannya, Dhetik menjelaskan bahwa Waskita Karya akan merehabilitasi 21 daerah irigasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di BBWS Cimanuk Cisanggarang. Daerah-daerah tersebut terdiri dari delapan daerah irigasi di Garut, empat di Indramayu, tiga di Kuningan, lima di Cirebon, dan satu di Brebes.
Manfaat Proyek Optimalisasi
Waskita Karya akan melakukan penataan lahan dan sistem pengairan agar lahan bukan rawa menjadi lebih produktif. Dengan demikian, sawah yang sudah ada dapat ditingkatkan indeks penanamannya. Proyek optimalisasi ini mencakup beberapa aspek seperti konservasi tanah dan air di lahan pertanian, membangun jaringan irigasi atau drainase di tingkat usaha tani, serta merehabilitasi pintu air dan bangunan penampung air.
Selain itu, Waskita Karya akan menginstalasi unit pompa air berstandar nasional (SNI) dan menyiapkan serta mengolah tanah.
Proyek di BBWS Sumatra VIII
Pada proyek di BBWS Sumatra VIII, Dhetik menyebutkan bahwa Waskita Karya sedang mengerjakan dua daerah irigasi di Lahat, Sumatra Selatan. Selain menormalisasi saluran, perusahaan juga akan melakukan pemasangan batu bronjong pada wilayah irigasi tersebut.
Dhetik menilai bahwa program rehabilitasi jaringan irigasi dapat menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun. Akibatnya, masa tanam bisa terjadi lebih dari satu kali, sehingga berdampak pada kenaikan hasil panen.
Kesimpulan
Dengan pelaksanaan proyek-proyek ini, Waskita Karya berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi. Hal ini tidak hanya membantu para petani, tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan memastikan kesejahteraan masyarakat pedesaan.