Waspada! 10 Senjata Api Polda NTT Hilang, Diduga Dijual Anggota

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Waspada! 10 Senjata Api Polda NTT Hilang, Diduga Dijual Anggota
Waspada! 10 Senjata Api Polda NTT Hilang, Diduga Dijual Anggota

Informasi Hilangnya Senjata Api di NTT Memicu Kekhawatiran

Pihasa keamanan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini sedang menghadapi isu yang cukup serius. Adanya informasi tentang hilangnya 10 pucuk senjata api (senpi) organik milik Polda NTT telah memicu peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa senpi organik bisa digunakan dalam berbagai tindak kejahatan, seperti perampokan, pembegalan, pencurian, pembrontakan, hingga terorisme.

Menurut laporan yang beredar, 10 senpi tersebut diketahui hilang dan diduga dijual oleh oknum anggota polisi setempat. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa penjualan senpi tersebut terjadi pada tahun 2024 lalu. Bahkan, dua dari senpi tersebut berhasil ditemukan di Pulau Bali. Untuk menelusuri lebih lanjut, tiga anggota Polda NTT, yaitu Ipda Jun, Aiptu Indra Moy, dan Aiptu Roky Mure, saat ini sedang berada di Bali guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, hingga berita ini disusun, waktu dan tanggal pasti ketika senjata tersebut hilang masih belum diketahui secara pasti. Hal ini membuat proses investigasi menjadi lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Respons dari Pihak Berwenang

Merespons kabar ini, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia menjelaskan, "Saya cari informasinya dulu ya," ujarnya kepada wartawan, Senin 20 Oktober 2025.

Selain itu, Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, juga memberikan respons yang sama. Jenderal polisi yang digadang-gadang akan menjadi Kapolri ini menyatakan bahwa pihaknya masih akan memastikan informasi yang beredar sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia juga meminta awak media untuk mengonfirmasi informasi tersebut melalui Kabid Humas Polda NTT.

Alasan utama dari respons ini adalah karena Kapolda saat ini sedang berada di Jakarta. "Saya cek dulu. Soalnya, saya di Jakarta sejak dua hari lalu. Coba konfirmasi ke Kabid Humas coba. Nanti dikabari ya, saya masih rapat di Mabes (Polri)," kata Rudi melalui aplikasi perpesanan instan, WhatsApp, Senin 20 Oktober 2025.

Potensi Ancaman yang Mengkhawatirkan

Kehilangan 10 pucuk senpi organik ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keamanan masyarakat. Senpi yang tidak terkontrol dapat menjadi alat yang sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas dan transparan dalam menangani kasus ini.

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi. Selain itu, perlu adanya koordinasi antara pihak kepolisian dan lembaga terkait lainnya agar dapat segera menemukan sumber kehilangan senpi tersebut dan mencegah potensi ancaman yang lebih besar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan