Waspada, Pemalsu Identitas Wartawan Tipu Pengusaha dan SPBU

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Waspada, Pemalsu Identitas Wartawan Tipu Pengusaha dan SPBU
Waspada, Pemalsu Identitas Wartawan Tipu Pengusaha dan SPBU

Aksi Penipuan dengan Modus Mengaku sebagai Wartawan di SPBU Pontianak

Seorang pria berinisial B diduga melakukan tindakan pemerasan di SPBU Pertamina Jalan Tanjung Pura, Pontianak Selatan. Ia mengaku sebagai wartawan dan meminta sumbangan untuk kegiatan media. Aksi ini terjadi pada Rabu 5 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelaku datang langsung dan meminta bertemu pimpinan SPBU. Namun, karena pimpinan tidak ada di tempat, ia justru menunjuk Rustam (64), pegawai SPBU, sebagai orang yang dimaksud. Rustam menjelaskan bahwa dirinya hanya kuli dan bukan bosnya. Namun, pelaku tetap bersikeras meminta sumbangan dengan alasan untuk acara wartawan, konsumsi, dan air minum.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rustam menegaskan bahwa SPBU tidak dapat memberikan uang tanpa proposal resmi atau perintah langsung dari pimpinan. Meskipun demikian, pelaku tetap bersikeras dan bahkan setelah diberi penjelasan terkait prosedur perusahaan. Akhirnya, pelaku naik ke lantai atas untuk mencari pimpinan, namun tidak menemukan siapa pun dan akhirnya meninggalkan lokasi.

Jejak Pelaku: Dari Kejati Kalbar ke Pasar Tengah

Sebelum mendatangi SPBU, pelaku diketahui sempat mampir ke Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) dan berakhir di Pasar Tengah. Menurut keterangan driver Maxim yang mengantarkan pelaku, pelaku hilang setelah setengah jam menunggu di sekitar pasar.

Menurut Rustam, pelaku juga sempat memperlihatkan kartu identitas pers (ID Card) yang digantung di lehernya. Namun, foto pada kartu tersebut berbeda dengan penampilan pelaku yang kini memiliki brewok. "Di ID card-nya bersih tanpa brewok, mungkin fotonya lama," ucapnya.

Polisi dan Driver Ojek Lacak Pelaku

Keesokan harinya, driver Maxim yang sempat mengantarkan pelaku datang kembali ke SPBU untuk melihat rekaman CCTV. Sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat jelas di rekaman tersebut. Driver bilang sudah dilaporkan dan disarankan diviralkan.

Rustam mengingatkan masyarakat, terutama para pengusaha dan pengelola SPBU, agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai wartawan atau organisasi sosial tanpa surat resmi. "Sekarang banyak modus penipuan seperti ini. Ada yang datang tanpa proposal, ada juga yang bawa proposal palsu. Pastikan dulu kebenarannya sebelum kasih uang," tegasnya.

Pihak kepolisian pun telah menerima laporan dari masyarakat dan tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Tips untuk Mencegah Penipuan

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penipuan dengan modus mengaku sebagai wartawan:

  • Pastikan keaslian identitas
    Jika seseorang mengaku sebagai wartawan, mintalah mereka menunjukkan kartu identitas resmi atau surat keterangan dari organisasi media yang terdaftar.

  • Jangan mudah percaya tanpa surat resmi
    Perusahaan atau instansi tidak boleh memberikan uang atau bantuan tanpa adanya surat resmi atau proposal yang jelas.

  • Laporkan jika curiga
    Jika merasa ada yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib atau institusi terkait.

  • Waspadai modus penipuan baru
    Saat ini banyak modus penipuan yang berkembang, termasuk penggunaan ID Card palsu atau modus serupa lainnya.

  • Beri edukasi kepada karyawan
    Pastikan semua karyawan memahami prosedur dalam menangani tamu atau pihak luar yang mengaku sebagai wartawan atau organisasi tertentu.

Dengan kesadaran dan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dari tindakan penipuan yang semakin marak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan