
Penutupan Situs Judi Online oleh Kementerian Komunikasi dan Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital (kemkomdigi) telah menutup sebanyak 2.458.934 situs judi online (judol) berdasarkan data yang dihimpun mulai dari 20 Oktober 2024 hingga 2 November 2025. Angka ini mencakup total situs dan konten yang teridentifikasi selama periode tersebut. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, jumlah situs yang ditutup mencapai sekitar 2.166 juta, sementara sisanya terdapat dalam file sharing.
"Mulai dari 20 Oktober 2024 sampai 2 November 2025, untuk jumlah total situs dan juga konten adalah 2.458.934, dengan jumlah situs 2.166 sekian-sekian juta, namun juga ada di file sharing. Ini yang memang, kadang-kadang file sharing itu tidak semua kontennya judi, tapi harus kita tangani," kata Meutya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 6 November 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Konten File Sharing yang Terkait dengan Judi Online
Saat ini, terdapat lebih dari 123.000 konten file sharing di berbagai platform media sosial. Dari jumlah tersebut, Meta memiliki lebih dari 106.000 konten, Google dan Youtube masing-masing memiliki lebih dari 41.000, X memiliki lebih dari 18.600, Telegram sebanyak 1.942, TikTok 1.138, LINE 14, dan Appstore 3.
Meutya menyatakan bahwa meskipun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan bahwa angka transaksi judi online (judol) di sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun atau turun 57 persen dibanding tahun sebelumnya, kolaborasi antara berbagai pihak tetap perlu diperkuat.
Kolaborasi untuk Mengatasi Judi Online
Terutama ketika menyisir situs-situs atau akun-akun yang menyisipkan konten judi online dalam platform tersebut. Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi PPATK yang sigap menangani laporan yang berkaitan dengan judi online. Berdasarkan data yang dimilikinya dalam periode yang sama, 23.604 rekening yang terafiliasi dengan judol sudah dilaporkan Kementerian Komunikasi dan Digital pada PPATK untuk segera ditangani.
Pihak kementerian juga terus berupaya menurunkan (take down) situs-situs judol. "Kita memahami bukan hanya akses, tapi juga rekening itu menjadi lehernya, dari perilaku-perilaku kejahatan di internet, khusus video online," ujar dia.
Upaya Internasional dalam Memerangi Judi Online
Meutya menekankan sebagai bentuk upaya nyata, kedua pihak sepakat untuk berbicara dengan mitra-mitra mancanegara untuk mengatasi kasus judol. "Pak Presiden (Prabowo) dalam forum APEC sudah mengatakan bahwa judi online adalah kejahatan terorganisir lintas negara. Artinya tidak cukup, tadi kita berbicara dengan pemerintahan atau lembaga-lembaga di dalam negeri, tapi juga kita harus mengajak mitra-mitra kami di luar negeri untuk membantu Indonesia terus memerangi judi online sampai serendah-rendahnya," ujarnya.
Data Transaksi dan Deposit Judi Online
PPATK melaporkan angka transaksi judi online (judol) di sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun atau turun 57 persen dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh Rp359 triliun. Penurunan transaksi itu diyakini berpengaruh terhadap penurunan deposit yang terkait dengan judol. Pada tahun 2024, total jumlah deposit para pemain judol menyentuh angka Rp51 triliun. Namun, di tahun ini hanya mencapai Rp24,9 triliun atau turun lebih dari 45 persen.
Pemblokiran Rekening dan Data Pemain Judi Online
Selain pemblokiran situs, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital turut melakukan pemblokiran rekening-rekening yang terafiliasi dengan judol. Adapun data lain yang ia paparkan yakni 80 persen pemain judol merupakan masyarakat dengan penghasilan Rp5 juta ke bawah per bulannya. Dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92 persen. Sementara secara keseluruhan, jumlah pemain judi online per hari ini sudah berkurang 68,32 persen dibandingkan dengan tahun lalu.