Waspadai Ribuan Akun Medsos Terinfeksi Konten Judi Online

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Waspadai Ribuan Akun Medsos Terinfeksi Konten Judi Online
Waspadai Ribuan Akun Medsos Terinfeksi Konten Judi Online

Penutupan Situs Judi Online dan Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Permasalahan

Kementerian Komunikasi dan Digital (kemkomdigi) telah melakukan penutupan terhadap sebanyak 2.458.934 situs judi online (judol) berdasarkan data yang dikumpulkan mulai dari 20 Oktober 2024 hingga 2 November 2025. Angka ini mencakup jumlah total situs dan konten, dengan sekitar 2.166 juta situs yang ditutup, serta adanya konten di file sharing yang juga perlu diperhatikan.

Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis 6 November 2025, file sharing sering kali tidak sepenuhnya berisi konten judi, tetapi tetap perlu dikelola dengan baik. Saat ini, tercatat lebih dari 123.000 konten file sharing di berbagai platform media sosial. Di antaranya, Meta memiliki lebih dari 106.000 konten, Google dan YouTube masing-masing memiliki lebih dari 41.000, X memiliki lebih dari 18.600, Telegram 1.942, TikTok 1.138, LINE 14, dan Appstore 3.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meski Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan bahwa angka transaksi judi online di sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun atau turun 57 persen dibanding tahun sebelumnya, kolaborasi antara berbagai pihak masih diperlukan untuk memperkuat upaya penanggulangan. Terutama ketika menindak situs-situs atau akun-akun yang menyisipkan konten judi online dalam platform tersebut.

Meutya mengapresiasi kinerja PPATK dalam menangani laporan terkait judi online. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 23.604 rekening yang terafiliasi dengan judol sudah dilaporkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital ke PPATK untuk segera ditangani. Selain itu, pihak kementerian juga terus berupaya untuk menurunkan (take down) situs-situs judol.

β€œKita memahami bukan hanya akses, tapi juga rekening itu menjadi lehernya, dari perilaku-perilaku kejahatan di internet, khusus video online,” ujarnya.

Meutya menekankan bahwa sebagai bentuk upaya nyata, kedua pihak sepakat untuk berbicara dengan mitra-mitra internasional dalam mengatasi kasus judol. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo dalam forum APEC telah menyatakan bahwa judi online adalah kejahatan terorganisir lintas negara. Artinya, tidak cukup hanya berbicara dengan pemerintahan atau lembaga-lembaga di dalam negeri, tetapi juga perlu mengajak mitra-mitra di luar negeri untuk membantu Indonesia dalam memerangi judi online hingga serendah-rendahnya.

PPATK melaporkan bahwa angka transaksi judi online di sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun, turun 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh Rp359 triliun. Penurunan ini diyakini berdampak pada penurunan deposit yang terkait dengan judol. Pada tahun 2024, total jumlah deposit para pemain judol menyentuh angka Rp51 triliun. Namun, di tahun ini hanya mencapai Rp24,9 triliun atau turun lebih dari 45 persen.

Selain pemblokiran situs, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital juga melakukan pemblokiran rekening-rekening yang terafiliasi dengan judol. Data lain yang disampaikan Meutya menunjukkan bahwa 80 persen pemain judol merupakan masyarakat dengan penghasilan Rp5 juta ke bawah per bulannya. Dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92 persen. Sementara secara keseluruhan, jumlah pemain judi online per hari ini sudah berkurang 68,32 persen dibandingkan dengan tahun lalu.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan